Mengapa Mahasiswa dengan Rata-rata Nilai ‘C’ Cenderung Lebih Sukses Hidupnya

Greget.co – Mantan Presiden Amerika Serikat George W. Bush bukanlah sosok yang terkenal karena kemampuan orasinya. Ia lebih dikenal sebagai ahli perang dan anti teror ketimbang seorang yang berpidato dengan ulung. Namun, ia membuat pernyataan yang sangat menarik ketika memberikan pidato sambutan untuk wisudawan di Southern Methodist University.

Presiden George W. Bush berkata :

Untuk Anda yang akan lulus siang ini dengan kehormatan, penghargaan dan prestasi yang tinggi, saya mengucapkan ‘Selamat.’

Dan juga pada para C students* : Anda juga bisa menjadi presiden

*C Students : Mahasiswa dengan nilai rata-rata

Bush, yang ayahnya juga mantan Presiden Amerika, membuat lelucon tentang dirinya yang ketika kuliah hanya mempunyai IPK yang biasa-biasa saja. Ia juga memberikan pandangan yang lebih luas pada mahasiswa lain yang lulus dengan nilai memuaskan.

Ia dengan tegas menekankan bahkwa IPK tidak akan menentukan sisa hidup anda, dan hidup mempunyai kemungkinan yang tidak terbatas.

Terlepas bagaimanapun pandangan anda terhadap George W Bush sebagai presiden, Ia mengatakan hal yang benar. Tengoklah, sejumlah presiden Amerika lainnya seperti John F. Kennedy, Lyndon B. Johnson, dan juga ayah Bush (George W Bush) bukanlah mahasiswa yang mempunyai nilai memuaskan ketika sekolah. Bahkan, Wakil Presiden, Joe Biden juga mengalami masalah dengan sekolah.

Tidak hanya di dunia politik, entrepreneur yang sangat sukses di dunia pun juga rata-rata memiliki nilai yang jauh dari kata memuaskan. Namun hal itu tidak menghalangi mereka untuk meraih kesuksesan.

Lihat contohnya:

Steve Jobs, pendiri Apple tak pernah menyelesaikan kuliahnya. Bill Gates, juga drop out dari Harvard untuk mengejar impiannya. Begitu pula dengan Mark Zuckerberg pendiri Facebook. Bahkan miliarder wanita termuda yang merevolusi dunia pengobatan Elizabeth Holmes, juga mahasiswa yang drop out dari Stanford. Richard Branson, pendiri Virgin Group bahkan tidak menyelesaikan pendidikan SMA-nya ketika masih berumur 15 tahun.

Astrofisikawan terkenal, Neil deGrasse Tyson, mempunyai jawabannya ketika memberikan pidato di University of Massachusetts Amherst:

Berapapun IPK Anda, dengan cepat itu akan menjadi tidak relevan di hidup Anda. Betapa saya ingin menyampaikan pada Anda betapa tidak relevannya hal itu.

Karena dalam hidup yang sebenarnya, tidak ada yang akan menanyakan IPK Anda.

. . . IPK hanya menentukan siapa Anda pada waktu sekolah / kuliah dan tidak menentukan sisa hidup Anda selanjutnya.

Bukan nilai akademis, melainkan karakter, pengalaman dan koneksi seseorang yang akan mempengaruhi kesuksesan seseorang di masa depan. Sukses sangat jelas membutuhkan passion, ketekunan, kecerdasan emosional dan kemampuan untuk mengerti ‘arti kegagalan’.

Inilah mengapa kita sangat sering melihat banyak mahasiswa “C”. Jenis orang-orang yang tidak kita sangka, justru tipe orang yang bisa mengubah dunia. Mereka mengerti apa artinya perjuangan dan sering mengatasi masalah lebih dari apa yang orang-orang sadari.

Namun, hal ini tidak berarti mendapatkan nilai / IPK yang rendah ketika kuliah akan menjamin kesuksesan. Sebaliknya, berprestasi di sekolah juga tidak berarti Anda akan selalu berada di atas.

Pada akhirnya, nilai / IPK hanyalah tulisan di atas selembar kertas (ijazah). Prestasi sesungguhnya adalah saat Anda mampu membuat perubahan di dunia sebenarnya. Jadi jika Anda baru saja lulus dari SMA atau kuliah dan Anda tidak menyelesaikannya dengan prestasi tinggi yang memuaskan, janganlah berputus asa.

Hidup dipenuhi dengan keadaan yang tidak pernah disangka. Ada naik, ada turun. Kita telah mempelajari banyak di sekolah, dan pendidikan yang sesungguhnya terjadi setelah Anda keluar dari sekolah. (startupbisnis)

Jangan pernah berhenti belajar, jangan menyerah dan ingatlah untuk menikmati jalan hidup ini.

Leave a Reply