Cowok Baik VS Cowok Brengsek, Mana yang Lebih Greget?

BAD BOY VS GOOD BOY

“Cowok itu cuma ada dua. Kalau gak homo, ya brengsek.” Itulah rata-rata pernyataan cewek yang sedang emosi ketika ada cowok yang mengkhianati mereka. Setelah tahu rasanya dikhianati cowok brengsek, baru mereka mulai mencari sandaran di bahu cowok baik yang sebenarnya memendam perasaan pada mereka.

Wahai para cowok di seluruh jagat maya! Ingatlah bahwa jadi cowok baik itu harus siap mendengar sumpah serapah cewek kepada mantannya yang brengsek, dijadikan tempat sampah, ditempatkan sebagai pelarian hati-hati yang terluka, bahkan dianggap seperti ikan lele dalam septic tank, dimana ketika sang cewek membuang kotoran-kotoran pahit yang menjijikkan, ia siap melahap dengan sukacita. Namun begitulah faktanya. Meskipun sulit bagi kita untuk greget percaya.

Lihat saja, jadi cowok brengsek itu lebih mudah, obral janji itu gampang. Barangkali wajar kenapa anggota dewan kita suka obral janji tak pernah menepati karena mereka dulu adalah tipe cowok brengsek. Umbar janji sana-sini gak ada bukti. Sementara jadi cowok baik itu lebih sulit, perlu skill jenius tingkat dewa ketimbang kemampuan Ariel kala ‘menggoyang’ Luna Maya.

Cowok baik-baik itu harus pintar menjaga perasaan, menahan hasrat cinta, dan keinginan mendominasi. Kami mafhum benar kalau menahan perasaan itu lebih menyakitkan daripada menahan buang air besar di tengah kemaceta. Salah-salah jadi mencret!

Menjadi pria brengsek itu juga hemat biaya. Cukup bermodal kondom dan aqua untuk bercinta bersama. Jelas harga kondom masih lebih murah ketimbang bakso yang lewat tiap malam depan rumah. Sedangkan cowok baik-baik harus menahan hawa nafsunya, memilih bergaul dengan teman, berbakti kepada orang tua daripada berusaha mencari hotel murah meriah.

Menjadi pria brengsek itu menyenangkan karena banyak perempuan di luar sana mencintai kejutan, meski kadang kejutan yang di dapat bisa jadi menyakitkan. Sementara itu pria baik-baik banyak berpikir, takut apa yang ia perbuat akan menyakiti perasaan sang perempuan.

Lalu timbul pertanyaan: Haruskah kita menjadi seorang pria brengsek agar mampu menarik perhatian perempuan idaman? Karena wanita pun lebih menyukai cowok brengsek, entah kenapa. Karena itu, kini pertumbuhan cowok brengsek lebih cepat daripada mobil Ferrari. Herannya, cowok brengsek lebih cept laku dibanding cowok baik. Mereka lebih laris daripada penjualan batu akik di internet.

Jadi untuk menjadi pria greget yang disukai wanita gimana?

Saran kami tetaplah menjadi pria yang apa adanya. Meskipun kadang diduakan dan dinomor tigakan. Akan ada masa-masanya dimana pria baik-baik akan dijadikan sandaran hidup. Hanya saja kemungkinan anda untuk mendapatkan perawan berkurang jauh. Karena wanita akan sadar kalau yang mereka butuhkan adalah pria baik-baik yang akan menuntunnya ke surga.

Dunia dan akhirat.

Leave a Reply