Mengapa Skripsi (Seringkali) Menjadi Penunda Kelulusan?

proposal skripsi

Mengapa karya tulis akhir yang menjadi salah satu syarat kelulusan ini sering menjadi biang keladi lambatnya mahasiswa menyelesaikan studinya

Ada mahasiswa yang menyelesaikan studi jenjang Strata 1 (sarjana) selama pas 4 tahun. Ada yang lebih lama, misalnya sampai menit terakhir yang diperbolehkan oleh aturan. Ada juga yang ngebut dan bisa selesai dalam tempo hanya 7 semester. Pada tingkat dunia ada beberapa bocah ajaib yang bisa menyelesaikankan pendidikan sarjana hanya dalam waktu 2 tahun, karena dianggap tidak perlu mengikuti mata kuliah regular lagi.

Para mahasiswa yang mampu lulus lebih cepat biasanya adalah mereka yang mampu mengatur waktu pengambilan mata kuliah agar semua paket dan pilihan mata kuliah bisa dirampungkan lebih cepat dan menyiapkan skripsinya lebih awal. Sedangkan mahasiswa yang molor waktu kuliahnya, ada yang karena harus mengulang mata kuliah yang belum lulus, tetapi kebanyakan karena butuh waktu lebih lama untuk menyelesaikan penulisan skripsinya.

Walaupun judul tulisan ini hanya menyebutkan skripsi sebagai penunda kelulusan, namun saya yakin ini berlaku juga untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Mahasiswa pascasarjana Strata 2 (magister) dan Strata 3 (doktor) juga ada yang bisa lulus tepat waktu dan mungkin juga lebih cepat, tapi ada juga yang lulus lebih lambat atau sampai menjelang detik terakhir batas waktunya, karena terhambat oleh penyelesaian tesis atau disertasinya.

Mengapa karya tulis akhir yang menjadi salah satu syarat kelulusan ini sering menjadi biang keladi lambatnya mahasiswa menyelesaikan studinya? Mari kita lihat apa gerangan yang terjadi di balik kelambatan menyiapkan skripsi ini.

Bagi kamu yang sedang persiapan untuk mengajukan proposal skripsi, baca tips menghadapi seminar proposal skripsi.

skripsi dan tugas akhir
Dugaan pertama, karena penulisan skripsi merupakan kegiatan akademik yang bermula dari inistiaf mahasiswa dan relative membutuhkan kemandirian mahasiswa yang bersangkutan untuk menuntaskannya. Rangkaian kegiatan ini biasanya tidak terjadwal secara rigid, seperti halnya perkuliahan reguler yang dilakukan secara terjadwal dan harus selesai pada semester tertentu. Walaupun sesekali masih dilakukan pergeseran jadwal, tetapi semua mata kuliah wajib tuntas dalam kurun waktu yang telah ditetapkan. Tetapi skirpsi, tesis, dan disertasi dibuat luwes rentang waktunya. Karya tulis ini boleh dianggap selesai jika tulisanya sudah dianggap cukup ‘matang’ secara substansial dan tertib mengikuti sistematika dan pedoman tata tulisnya.

Kedua, karyai lmiah yang disebut skripsi, tesis, atau disertasi itu merupakan hasil karya kolaborasi antara mahasiswa dengan para pembimbingnya. Tentu dengan posisi yang berbeda dan tidak setara. Mahasiswa diharapkan untuk lebih proaktif dan pembimbing diharapkan meluangkan waktu yang cukup untuk mahasiswa berkonsultasi. Sebagaimana hubungan interaksi antara dua pihak, maka adakalanya ‘kompatibel’, tapi adakalanya juga tidak. Oleh sebab itu, kadang kita juga melihat ada mahasiswa yang cerdas tapi lulusnya agak telat; sebaliknya juga ada yang disebabkan karena mahasiswa takut menghadap dosen pembimbingnya. Ihwal takut ini bisa karena dosennya ‘seram’ (dulu popular dengan sebutan ‘killer’) atau bisa juga karena mahasiswanya tidak pede karena tidak siap.

Ketiga, mahasiswa melupakan tugas utamanya (dan harapan kebanyakan orangtuanya!) untuk menuntut ilmu, karena terlalu terpesona oleh berbagai aktivitas ekstrakurikuler. Spesies mahasiswa yang seperti ini biasanya lebih menyukai popularitas daripada menjadi cerdas. Jika prioritas bergeser dari urusan akademik ke urusan penunjang akademik, sudah dapat diduga bahwa proses penulisan skripsi akan terbengkalai penuh atau setengah terbengkalai, atau paling tidak seperempat terbengkalai. Kegiatan ekstrakurikuler sebetulnya tidaklah buruk, malah sebaliknya adalah bagus, jika saja mahasiswa tetap tidak lupa akan prioritasnya, yakni untuk menimba ilmu.

Keempat, walaupun realitanya begitu banyak dan kompleksnya persoalan di semua bidang ilmu pengetahuan, tetapi banyak sekali mahasiswa (dan kadang dosen juga) yang merasa sulit menemukan dan mengidentifikan persoalan yang perlu diteliti untuk dijadikan bahan penulisan skripsi, tesis, maupun disertasi. Tumpulnya kemampuan mengidentifikasi persoalan yang relevan dan ‘layak-teliti’ ini, kadang menjadi factor pemicu yang menggoda mahasiswa (dan kadang dosen juga) untuk mengambil jalan pintas, yakni nyontek. Padahal plagiarism merupakan aib besar dalam dunia akademik, dan dapat dihukum berat, yakni berupa pencabutan gelar akademik.

Kelima, posisi skripsi (juga tesis dan disertasi) di mata mahasiswa akan menentukan intensitas dan keseriusannya dalam penulisan skripsi. Jika karya ilmiah ini hanya diposisikan sebagai ‘salah-satu-syarat’ untuk menyelesaikan studi pada jenjang tertentu atau salah satu syarat untuk memperoleh gelar akademik tertentu, maka tingkat intensitas dan keseriusan mahasiswa dalam menyiapkan karya tulis akhir ini akan relative rendah. Tingkat intensitas dan keseriusan yang rendah memperbesar probabilitas karya ilmiah ini akan lebih lama untuk dapat diselesaikan. Akan semakin parah, jika posisi tugas akhir ini tergelincir lebih rendah ke kategori hanya sebagai pelengkap untuk mendapatkan gelar.

Skripsi, tesis, dan disertasi harusnya diposisikan sebagai reflector dari citra-diri penulisnya. Berbeda dengan ungkapan lisan yang menguap dengan cepat seperti embun di pagi hari, karya tulis akan eksis sepanjang masih tersedia di perpustakaan, atau nyaris abadi jika ia sudah diunggah ke media elektronik yang dapat diakses setiap saat dari berbagai penjuru dunia. Silahkan baca 60 tips ampuh menyelesaikan skripsi untuk mahasiswa veteran.

Dalam konteks sekarang, skripsi, tesis, disertasi, dan karya ilmiah lainnya sudah tidak wajar lagi jika dianggap hanya sebagai salah satu syarat (apalagi hanya sebagai pelengkap) untuk memperoleh gelar akademik. Suka atau tidak suka (demen aku dengan frasa ini!), setiap karya tulis ilmiah telah menjadi bagian dari citra-diri setiap individu di dunia akademik. Oleh sebab itu, wajib dipersiapkan dengan sebaik-baiknya dan sejujur-jujurnya oleh setiap mahasiswa.

Selain itu, mahasiswa tidak boleh cuma berpacu untuk mengejar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) saja. IPK sudah dipahami tidak selalu sama dan sebangun dengan kecerdasan. Tetapi tidak juga dapat dipungkiri bahwa sampai saat ini IPK masih merupakan indikasi universal yang tersedia untuk menaksir tingkat kecerdasan mahasiswa. Proses belajar mengajar tak boleh hanya berbuah pada keterampilan menghafal. Proses belajar mengajar pada jenjang pendidikan tinggi harusnya merupakan proses mengasah kemampuan analitikal untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan persoalan, dan memformulasikan solusinya. Tentu, yang dimaksudkan adalah sebuah solusi yang harus juga mampu diimplementasikan.

Sesungguhnya untuk menghasilkan solusi yang dapat diimplementasikan dibutuhkan tidak hanya kemampuan analitikal, tetapi juga kepekaan terhadap realita persoalan. Jika mahasiswa memiliki kemampuan analitikal yang tajam dan kepekaan terhadap realita persoalan (paling tidak di bidang studinya masing-masing), maka urusan menulis skripsi, tesis, maupun disertasi akan menjadi seperti segelas kopi yang siap diseruput sambil sarapan pagi dengan perasaan suka cita.

Jakarta, 23 Februari 2014

Penulis

*Benyamin Lakitan
*) Guru Besar FP Unsri dan Staf Ahli Kementerian Ristek dan Dikti

Sumber Artikel

Editor Pick’s:

50 Kata Mutiara untuk Motivasi Guru dan Dosen

kata mutiara untuk motivasi guru dan dosen, kata motivasi guru, kata motivasi guru guru, motivasi guru,kata kata motivasi guru

Seorang pendidik seperti dosen dan guru selain bertugas untuk mencerdaskan anak bangsa juga berperan sebagai figur untuk dicontoh dan ditiru. Karena itu, penting bagi seorang pendidik untuk terus memotivasi anak didiknya agar menjadi yang terbaik di masa depannya kelak.

Namun, terkadang karena beratnya beban kehidupan dan pekerjaan, terkadang guru dan dosen juga butuh motivasi. Sebab mereka butuh menjaga motivasi mengajar tetap tinggi agar peserta didik mendapatkan hasil yang maksimal dari pengajarannya.

Karena itu, merupakan hal wajar kalau guru dan dosen juga butuh kata kata motivasi. Kata mutiara untuk guru dan dosen ini merupakan tulisan lanjutan dari artikel tentang kata mutiara dosen untuk mahasiswa.

Yuk, langsung saja simak kata mutiara untuk motivasi guru dan dosen. Semoga bermanfaat dan dapat terus memompa semangat


  1. I like a teacher who gives you something to take home to think about besides homework.  ~Lily Tomlin as “Edith Ann”

Saya suka guru yang memberimu sesuatu yang bisa dipikirkan di rumah selain PR.

  1. The dream begins with a teacher who believes in you, who tugs and pushes and leads you to the next plateau, sometimes poking you with a sharp stick called “truth.”  ~Dan Rather

Mimpi berawal dari seorang guru yang mempercayaimu, yang menarik, mendorong, membawamu ke dataran tinggi, kadang ia menusukmu dengan tombak tajam bernama, “Kebenaran.”

  1. In teaching you cannot see the fruit of a day’s work.  It is invisible and remains so, maybe for twenty years.  ~Jacques Barzun

Dalam mengajar, kau tidak bisa mengetahui buah hasilnya dalam sehari. Tidak bisa dilihat dan tetap begitu, mungkin (terlihat hasilnya) dua puluh tahun lagi.

  1. Teaching creates all other professions.  ~Author Unknown

Mengajar menciptakan semua profesi.

  1. If a doctor, lawyer, or dentist had 40 people in his office at one time, all of whom had different needs, and some of whom didn’t want to be there and were causing trouble, and the doctor, lawyer, or dentist, without assistance, had to treat them all with professional excellence for nine months, then he might have some conception of the classroom teacher’s job.  ~Donald D. Quinn

Jika seorang dokter, pengacara, dan dokter gigi memiliki 40 orang dalam satu waktu di kantornya, semuanya memiliki kebutuhan yang berbeda, dan semuanya disana membawa masalah; dan seorang dokter, pengacara, ataupun dokter gigi, tanpa bantuan, harus mengurus mereka semua dengan tenaga profesional selama 9 bulan, mungkin dia (dokter dkk) memiliki beberapa gambaran ‘bagaimana pekerjaan guru di dalam kelas.’

  1. A teacher is one who makes himself progressively unnecessary. ~Thomas Carruthers

Seorang guru itu adalah orang yang membuat dirinya sendiri semakin tidak berguna.

  1. A teacher who is attempting to teach without inspiring the pupil with a desire to learn is hammering on cold iron.  ~Horace Mann

Seorang guru yang berusaha mengajarkan tanpa menginspirasi muridnya dengan keinginan untuk belajar adalah seperti memaku besi dingin.

  1. Most teachers have little control over school policy or curriculum or choice of texts or special placement of students, but most have a great deal of autonomy inside the classroom.   ~Tracy Kidder

Kebanyakan guru memiliki sedikit kontrol terhadap kebijakan sekolah, kurikulum, pilihan teks, atau penempatan khusus siswa, tapi kebanyakan mereka memiliki banyak otonomi di dalam kelas.

  1. A teacher affects eternity; he can never tell where his influence stops.  ~Henry Brooks Adams

Seorang guru mempengaruhi keabadian; ia tidak pernah bisa mengungkapkan dimana pengaruhnya berhenti.

  1. A good teacher is like a candle – it consumes itself to light the way for others.  ~Mustafa Kemal Atatürk, translated from Turkish

Guru yang baik itu ibarat lilin – membakar dirinya sendiri demi menerangi jalan orang lain.

11.If you have knowledge, let others light their candles at it.  ~Margaret Fuller

Jika kau memiliki pengetahuan, biarkan orang lain menerangi lilin mereka pada pengetehuanmu.

12. A good teacher is a master of simplification and an enemy of simplism.  ~Louis A. Berman

Guru yang baik adalah seorang master penyederhanaan dan musuh kesederhanaan.

  1. We expect teachers to handle teenage pregnancy, substance abuse, and the failings of the family.  Then we expect them to educate our children.  ~John Sculley

Kita berharap para guru bisa mengurusi kehamilan remaja, penyalahgunaan obat terlarang, dan kegagalan dalam keluarga. Lalu kita berharap mereka bisa mendidik anak-anak kita.

  1. Good teachers are costly, but bad teachers cost more.  ~Bob Talbert

Guru yang baik itu mahal, tapi guru yang buruk itu lebih mahal.

15.The mediocre teacher tells.  The good teacher explains.  The superior teacher demonstrates.  The great teacher inspires.  ~William Arthur Ward

Guru yang sedang-sedang saja memberitahukan. Guru yang baik menjelaskan. Guru yang ulung mendemonstrasikan. Dan Maha guru itu menginspirasi.

  1. The best teacher is the one who suggests rather than dogmatizes, and inspires his listener with the wish to teach himself.  ~Edward Bulwer-Lytton

Guru terbaik adalah orang yang menganjurkan bukan men-dogma-kan, dan menginspirasi pendengarnya dengan harapan bisa mengajarkan dirinya sendiri.

  1. A teacher’s purpose is not to create students in his own image, but to develop students who can create their own image.  ~Author Unknown

Tujuan seorang guru bukanlah menciptakan siswa-siswanya menurut pandangannya, tapi mengembangkan siswanya yang mampu menciptakan pandangan mereka sendiri.

  1. What the teacher is, is more important than what he teaches.  ~Karl Menninger

Makna guru itu lebih penting daripada apa yang ia ajarkan.

  1. Teaching should be full of ideas instead of stuffed with facts.  ~Author Unknown

Mengajar seharusnya penuh dengan ide-ide sebagai ganti dari penuh dengan fakta-fakta.

20.Teaching is leaving a vestige of one self in the development of another.  And surely the student is a bank where you can deposit your most precious treasures.  ~Eugene P. Bertin

Mengajar itu meninggalkan sisa seseorang pada perkembangan orang lain. Dan siswa adalah sebuah bank dimana kau dapat mendepositokan harta paling berhargamu.

  1. Teachers who inspire know that teaching is like cultivating a garden, and those who would have nothing to do with thorns must never attempt to gather flowers.  ~Author Unknown

Guru yang menginspirasi tahu bahwa mengajar itu seperti menanami kebun, dari mereka yang tidak memiliki apapun saat ada duri pasti tidak akan berusaha untuk mengumpulkan bunga.

  1. Teachers who inspire realize there will always be rocks in the road ahead of us.  They will be stumbling blocks or stepping stones; it all depends on how we use them.  ~Author Unknown

Guru yang menginspirasi tahu bahwa selalu ada bebatuan di jalan yang menghadang. Bebatuan tersebut bisa berupa batu penghalang atau batu bertingkat; tergantung bagaimana kita memanfaatkan batu tersebut.

  1. Teaching is not a lost art, but the regard for it is a lost tradition.  ~Jacques Barzun

Mengajar itu bukanlah seni yang hilang, tapi kehormatannya itu tradisi yang hilang.

  1. A teacher’s job is to take a bunch of live wires and see that they are well-grounded.  ~D. Martin

Pekerjaan guru itu mengambil rangkaian kawat hidup dan mengetahui bahwa mereka sedang tertimbun di bawah bumi.

  1. What a teacher writes on the blackboard of life can never be erased.  ~Author Unknown

Apa yang guru tulis di atas papan kehidupan tidak dapat dihapus

  1. The teacher who is indeed wise does not bid you to enter the house of his wisdom but rather leads you to the threshold of your mind.  ~Kahlil Gibran

Guru yang bijak tidak menawarkanmu masuk ke rumah kebijaksanaannya tapi lebih membimbingmu pada ambang pintu otak kalian.

  1. Discover wildlife:  be a teacher!  ~Author Unknown

Untuk menemukan kehidupan rimba: Jadilah seorang guru

  1. The task of the excellent teacher is to stimulate “apparently ordinary” people to unusual effort.  The tough problem is not in identifying winners:  it is in making winners out of ordinary people.  ~K. Patricia Cross

Tugas guru yang ujung itu untuk menstimulasikan orang yang “biasa” menjadi usaha yang tidak biasa. Masalah yang berat itu bukan pada mengenali pemenang: tapi membuat pemenang menjadi orang luar biasa.

  1. When you teach your son, you teach your son’s son.  ~The Talmud

Saat kau mengajarkan anakmu, berarti kau mengajarkan anaknya anakmu.

  1. The best teachers teach from the heart, not from the book.  ~Author Unknown

Guru paling baik mengajarkan dari hari, bukan dari buku.

  1. The average teacher explains complexity; the gifted teacher reveals simplicity.  ~Robert Brault.

Rata-rata guru menjelaskan kerumitan; guru yang berbakat mengajarkan kemudahan.

  1. To Teach is to Touch lives forever ~Author Unknown

Mengajar itu menyentuh kehidupan selama-lamanya.

  1. Who dares to teach must never cease to learn.  ~John Cotton Dana

Orang yang berani mengajar tidak bararti berhenti belajar.

  1. There are three good reasons to be a teacher – June, July, and August.  ~Author Unknown

Ada tiga alasan yang baik untuk menjadi guru – Juni, Juli, dan Agustus.

  1. A truly special teacher is very wise, and sees tomorrow in every child’s eyes.  ~Author Unknown

Guru yang benar-benar istimewa itu sangat bijaksana, dan tahu hari esok pada mata anak-anak didiknya.

  1. A teacher should have maximal authority, and minimal power.  ~Thomas Szaz

Seorang guru seharusnya memiliki wewenang maksimal dan kekuasaan yang minimal.

  1. To teach is to learn twice.  ~Joseph Joubert, Pensées, 1842

Mengajar itu belajar dua kali.

  1. The secret of teaching is to appear to have known all your life what you just learned this morning.  ~Author Unknown

Rahasia mengajar itu nampak saat mengetahui apa yang kau pelajari tadi pagi.

  1. Teachers touch the future.  ~Author Unknown

Guru menyentuh masa depan.

  1. Don’t try to fix the students, fix ourselves first.  The good teacher makes the poor student good and the good student superior.  When our students fail, we, as teachers, too, have failed.  ~Marva Collins

Jangan coba memperbaiki siswa, perbaiki diri sendiri dulu. Guru yang baik membuat siswa bodoh menjadi cerdas, dan membuat siswa cerdas menjadi lebih cerdas. Saat siswa kita gagal, kita, sebagai guru, juga gagal.

  1. The object of teaching a child is to enable him to get along without his teacher.  ~Elbert Hubbard

Tujuan mengajar anak kecil itu membuatnya dewasa tanpa guru.

  1. Teachers are expected to reach unattainable goals with inadequate tools.  The miracle is that at times they accomplish this impossible task.  ~Haim G. Ginott

Guru diharapkan bisa mencapai tujuan yang tidak bisa dicapai dengan alat seadanaya. Keajaiban itu ada saat mereka menyelesaikan tugas yang tidak mungkin.

  1. The art of teaching is the art of assisting discovery.  ~Mark Van Doren

Seni mengajar itu adalah seni membantu penemuan.

Quotations From Teachers:

  1. The only reason I always try to meet and know the parents better is because it helps me to forgive their children.  ~Louis Johannot

Satu-satunya alasan saya selalu mencoba bertemu dan mengetahua orang tua itu adalah agar membantu saya memaafkan anak-anak mereka.

  1. If you promise not to believe everything your child says happens at school, I’ll promise not to believe everything he says happens at home.  ~Anonymous Teacher

Jika kau berjanji untuk tidak percaya pada segala hal yang anak-anak kalian lakukan di sekolah, saya akan berjanji untuk tidak percaya apa yang ia katakan di rumah.

My Quotations (bukan untuk umum)

46.My brother is wiser than my teachers; I know they are worse than my brother.

Kakak saya lebih bijak dari guru-guru saya; saya tahu setelah mereka lebih buruk dari kakak saya.

47.Teachers are to learn as well, if you can, be brave to teach them though you’re a student.

Guru juga belajar, beranilah mengajarinya meski kau adalah seorang siswa, jika mampu.

48.The great teacher never asks to be paid; a good teacher never complains; a teacher is always on time.

Maha guru tidak pernah meminta bayaran; guru yang baik tidak pernah mengeluh; seorang guru biasa selalu datang tepat waktu.

49.The only excuse I don’t want to be a teacher is I don’t want to be a teacher.

Satu-satunya alasan mengapa saya tidak mau jadi guru adalah “saya tidak mau menjadi guru.”

50.To be a farmer is better than a teacher; if not, be a blogger.

Lebih baik jadi petani daripada jadi guru; jika tidak, jadilah seorang blogger.

Referensi: English Indo


Demikianlah tulisan mengenai kata mutiara untuk motivasi guru dan dosen. Semoga mampu menambah semangat bapak ibu guru maupun dosen yang telah membaca artikel ini.

Kami akan sangat senang kalau bapak ibu ikut membantu share artikel ini di sosial media, agar lebih banyak lagi tenaga pendidik yang sadar kalau mereka sedang mengerjakan sesuatu yang luar biasa mulia baik bagi manusia maupun di mata Sang Pencipta.

Tak lupa, kami ingatkan untuk terus membaca kata kata bijak tentang kehidupan lainnya. Agar menjadi pedoman dan motivasi hidup ke depannya.

100 Kata Motivasi Dosen Buat Mahasiswa yang Sering Bilang ‘Kuliah itu Tidak Penting’

kata kata motivasi dosen, motivasi dosen,inspirasi dosen, kata motivasi dosen

Halo sobat, terima kasih atas kesetiannya terus membaca berbagai update dari AnakUnsri.com, situs informasi rujukan mahasiswa.

Kali ini, kami pengen mengajak sobat mahasiswa menelaah lagi berbagai sisi pemikiran dari dosen. Tidak semua kelakuan dosen dapat ditiru, bahkan ada 60 alasan kenapa terkada dosen perlu sesekali ‘digampar’ biar sadar.

Namun tak dapat dipungkiri, seseorang dapat menyandang predikat dosen karena memiliki ilmu dan pengetahuan yang lebih luas. Ada banyak dosen yang mengabdikan dirinya untuk mencerdaskan bangsa. Karena itu, kalian yang sedang membaca ini harap pahami dengan seksama. Sebab di tangan kalianlah nasib bangsa ini dipertaruhkan.

Nah, biar lebih afdol yuk langsung aja kita simak, beberapa kata kata mutiara dosen untuk mahasiswa yang menurut kami sih ‘sangat menohok’ namun tetap motivasional.

Baca Juga: Inilah ‘Tamparan’ dari Dosen untk Mahasiswa


“Goblok itu lebih keliatan daripada Bodoh.” (Prof. Mardjono Siswosuwarno)

“Desainlah sesuatu yang dibutuhkan banyak orang.” (Prof. IGN Wiratmaja Puja)

“Mending ga lulus sekalian daripada hampir lulus. Hampir lulus = ga lulus, tapi lebih sakit hati rasanya.” (Prof. Bambang Sutjiatmo)

“Anda tidak akan bisa mengendalikan sesuatu yang Anda tidak bisa ukur.” (Dr. Zainal Abidin)

“Membuat suatu sistem yang semula tidak teratur (Entropi +) menjadi teratur (Entropi -) memang tidak bisa dilakukan secara spontan. Seperti membuat mahasiswa yang semula malas belajar menjadi rajin belajar.” (Dr. Nathanael P. Tandian)

“Hidup di Indonesia itu seperti surga karena kita tidak mungkin meninggal karena cuaca dingin, tapi sebaiknya jangan berurusan dengan Polisi atau Dokter.” (Dr. Zainal Abidin)

“Matematika itu ilmu atau bukan? coba cek singkatan MIPA (matematika dan ILMU pengetahuan alam)!” (Prof. Bambang Sutjiatmo)

“Seorang Scientist boleh saja berhadapan dengan suatu permasalahan/persoalan yang tidak bisa diperoleh solusi/penyelesaiannya. Tapi bagi seorang Engineer, semua permasalahan yang dihadapi harus bisa diselesaikan secara menyeluruh.” (Rachman Setiawan, Ph.D)

“Operator apabila mengalami gangguan dengan tangannya, maka dia tidak bisa bekerja sebagai operator. Engineer akan tetap bekerja sebagai engineer apabila mengalami gangguan dengan tangannya sekalipun. Biasanya gaji engineer lebih besar daripada operator. Kalau begitu pembalap itu operator atau engineer? Gede mana gaji pembalap dengan orang2 yg bekerja timnya? Bayangkan kalau Lewis Hamilton terkena parkinson.” (Dr. Indrawanto)

“Anda mesti mengetahui maksud dari suatu tindakan yang anda lakukan.” (Dr. Nathanael P. Tandian)

“Ahli elektronik kalau ga ngerti tentang mekanik berarti buta. Ahli mekanik ga ngerti tentang elektronik berarti tuli.” (Dr. Zainal Abidin)

“Apabila kamu punya bakat di bidang tertentu kembangkanlah siapa tau kamu menemukan kepuasan batin kamu di situ. Tetapi tetap background keilmuan kamu jangan pernah dilupakan.” (Dr. Sigit Yoewono)

“Bila kita sudah berkecimpung di dunia teknik maka kita harus mengerti bahasa komunikasi di bidang teknik yaitu gambar teknik.” (Dr. I Wayan Suweca; Dr. Sigit Yoewono; Prof. IGN Wiratmaja Puja)

“Negara Indonesia ini kacau karena sebagian besar orangnya adalah pemalas dan koruptor.” (Prof. Djoko Suharto)

“Kalau Anda mengerjakan soal dan nggak bisa menemukan jawabannya, lebih baik tidur saja. Besok pagi tanya ke teman yang bisa.” (Prof. Bambang Sutjiatmo)

“Berbeda dengan ilmu seni rupa, dalam ilmu teknik tidak ada yang namanya baik atau kurang baik, hampir benar atau kurang benar, buruk, atau agak buruk. Yang ada hanyalah BENAR atau SALAH.” (Prof. Bambang Sutjiatmo)

“Apabila Anda kebingungan saat menerima suatu ilmu baru dan kurang berpengalaman, ya teruslah anda pelajari sampai bisa, walaupun ntar ujung2nya bingung juga.” (Dr. I Made Astina)

“Kalau Anda mengatakan bahwa Anda mengerti ketika dosen menjelaskan materi di kelas namun Anda kebingungan ketika mengerjakan soal ujian, itu berarti Anda BELUM mengerti.” (Dr. Nathanel P. Tandian)

“Jika setelah kuliah Anda tidak mengerti apa pun sama sekali, itu suatu hal yang konyol.” (Dr. Toto Hardianto)

“Mahasiswa ITB itu idealnya minimal fasih dalam berbahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa daerah (Sunda, Jawa, Minang, Batak, dll), dan salah satu bahasa internasional lain (Prancis, Jerman, Jepang, dll).” (Prof. Djoko Suharto)

“Saudara datang kuliah itu jangan untuk mencari nilai, tapi untuk menuntut ilmu. Kalau Saudara emang niatnya untuk menuntut ilmu, maka nilai baik akan datang dengan sendirinya.” (Prof. Bambang Sutjiatmo)

“Malam sebelum hari ujian itu harusnya sudah tidak belajar lagi. Mending main aja dan istirahat yang cukup. Belajarnya jauh hari sebelum ujian dengan disertai pemahaman konsep yang benar.” (Dr. Andi Isra Mahyuddin)

“Kalau Anda ingin sukses, maka patuhilah prosedur-prosedur menuju kesuksesan. Ibarat Anda batuk kemudian obat sirup yang diberikan dokter malah Anda gosokkan ke tenggorokkan agar timbul rasa hangat karena mengandung menthol. Atau menengguk obat luka. Anda tidak akan sembuh karena menyalahi prosedur.” (Dr. Nathanael P. Tandian)

“Kehidupan itu tertanam dengan sendirinya dalam tubuh kita.” (Dr. Zainal Abidin)

“Kamu itu lupa atau ga ngerti? mungkin dulu kamu ga ngerti terus skrg udah lupa”(bertanya tentang kuliah terdahulu) (Prof. Mardjono Siswosuwarno, Dr. Zainal Abidin)

“Meninjau perilaku suatu sistem sampai terperinci itu tidak mudah, oleh karena itu kita tinjau pada keadaan yang kita bisa analisis, sama seperti mempelajari tingkah laku pacar atau gebetan kamu sampai detail itu susah, setidaknya untuk itu kita bisa mempelajari karakteristik pria dan wanita pada umumnya.” (Dr. Zainal Abidin)

“Lebih baik menyadari bahwa dia ga ngerti jika dibanding dengan tidak menyadari kalo dia ga ngerti, itu lebih berbahaya.” (Dr. Zainal Abidin)

“Kamu boleh ga ngerti atau bingung tapi jangan sampai kamu GA TAU di mana letak bingung dan ga ngerti nya kamu. Kalau kamu ga tau letak bingungnya berarti sama dengan kamu GA BINGUNG alias mengerti. Saya takut tampang2 orang yg ga ngerti.” (Prof. Mardjono Siswosuwarno)

“Cobalah Anda apabila setelah lulus nanti bekerja di perusahaan lokal pemerintahan semacam PT.KA atau menjadi seorang wakil rakyat yang bertanggung jawab. Karena bila bekerja di swasta Anda kemungkinan besar hanya menjadi pegawai saja, tetapi bila anda bekerja dengan jujur dan etos kerja tinggi pada suatu perusahaan nasional, Anda suatu saat pasti akan menjadi sang pengambil keputusan, jika itu sudah tercapai Saya harapkan Anda untuk perbaiki sistem di negara Indonesia ini.” (Prof. IGN Wiratmaja Puja)

“Thats Engineering, boleh malas, asal Cerdas…! “ (Dr. Arif Basuki)

“Kalau mau membandingkan kesuksesan, abaikan semua kondisi awalnya. Seperti contoh kekayaan, jika ingin melihat keberhasilannya, abaikan harta awalnya baik punya sendiri atau dari mertua dan liatlah perkembangannya dalam beberapa tahun.” (Dr. Zainal Abidin)

“Engineer itu bukan seperti tentara, Engineer itu harus punya inisiatif.” (Prof. Mardjono Siswosuwarno)

“Mahasiswa sekarang klo disuruh jgn mencontek malah mencontek, disuruh belajar malah gak belajar. Harusnya mahasiswa sekarang tuh disuruh nyontek aja spy gak nyontek dan dilarang bwt belajar aja supaya mau belajar.” (Prof. Bambang Sutjiatmo)

“Hidup itu penuh perjuangan kan ya!” (Dr. I Made Astina)

“Kalian mahasiswa, kalau belajar mentalnya jangan seperti mental tentara… kalau tentara itu kan mengerjakan segala sesuatunya dengan buru-buru dan mendadak kan ya?” (Dr. I Made Astina)

“If you don’t seek perfection,you will never reach an excellent!!” (Dr. Zainal Abidin)

“Bagi kita gesekan itu adalah musuh utama dan teman terbaik. Banyak rugi-rugi energi timbul karena adanya gesekan, tetapi tanpa adanya gesekan bakal banyak mekanisme-mekanisme yang tidak bergerak.” (Ir. I Nengah Diasta, M.Sc.)

“Anda ini aneh, klo ditampilkan slide tentang kuliah biasanya anda mengantuk dan bosan, tetapi begitu ditampilkan slide intermezzo anda terlihat sangat antusias.” (Prof. IGN Wiratmaja Puja)

“Klo kalian sebagai engineer menguasai teori tapi tidak tau aplikasi itu suatu hal yang percuma, ibarat kalian memiliki pistol tetapi kalian lari ketika diserang perampok yang hanya berpisau.” (Rachman Setiawan, Ph.D)

“Sopir truk mengetahui fenomena yg terjadi pada cara2 membuka mur, tetapi jangan tanya mereka tentang teorinya, pasti mereka tidak tau. Nah, Anda jangan kebalikan dari mereka, tau teori tetapi bingung aplikasinya, itu FATAL.” (Ir. Kemas Rifian, M.Sc.)

“Gerakan katak yang menarik yang di atas, mendorong yang di samping, dan menginjak yang di bawah menunjukkan sifat yang ingin menang sendiri, sementara semut-semut selalu bekerja sama ketika mengangkat sesuatu. Oleh sebab itu, JANGAN lah menggunakan cara katak dan GUNAKAN lah cara semut.” (Prof. IGN Wiratmaja Puja)

“Mengetahui setengah-setengah sama dengan setengah tidak tahu.” (Dr. Taufiq Rochim)

“Kalau kalian mencontek PR jangan seperti mesin fotokopi tinggal salin doank, tapi juga dipahami apa yang kalian contek itu.” (Dr. Priyono Sutikno)

“Semakin banyak kalian belajar, maka kalian akan semakin sadar bahwa semakin banyak yang kalian tidak tahu.” (Prof. Bambang Sutjiatmo)

“Ketidaktahuan-mu itu lah yang membuat kamu takut.” (Dr. Taufiq Rochim)

“Proses untuk mengerti itu memang harus diawali dengan kebingungan.” (Dr. Taufiq Rochim)

“Jika kalian benar2 paham akan materi yang telah diajarkan, maka kalian akan tetap ingat akan konsep dari materi tersebut dan tidak sulit untuk mempelajarinya kembali apabila kalian lupa di kemudian hari.” (Ir. I Nengah Diasta, M.Sc.)

“Salah satu cara belajar yang baik adalah dengan mengajari orang lain.” (Rachman Setiawan, Ph.D)

“Setiap kalian memikirkan sesuatu, maka timbulah masalah.” (Prof. Bambang Sutjiatmo)

“For engineers, No Pain No Gain.” (Dr. Zainal Abidin)

“Bangsa Indonesia tidak bisa maju karena sebagian besar orang tidak mengerti betapa pentingnya mengukur.” (Dr. Taufiq Rochim)

“Klo kalian mengerjakan soal ujian baik tuntas maupun tidak dan ada langkah yang membuat jawabannya salah mungkin masih diberi nilai. Tapi klo praktek kerja di lapangan pekerjaan yg tuntas tapi ada langkah yang salah apalagi tidak tuntas sudah pasti kalian tidak akan dibayar kan ya. hahaha….” (Dr. I Made Astina)

“Sebenarnya kalian mampu untuk mengetahui dan melakukan banyak hal, tetapi yang jadi masalah adalah kalian tidak mau untuk belajar tentang hal2 tersebut.” (Rachman Setiawan, Ph.D)

“Nikmatilah masa2 kalian sebagai mahasiswa karena kalian masih diizinkan melakukan kesalahan sebagai dasar kalian masih dalam proses belajar, karena klo sudah menjadi Engineer, anda sudah tidak bisa lagi seperti itu. Mungkin malah ga dibayar bahkan langsung dipecat.” (Rachman Setiawan, Ph.D; Dr. I Made Astina; Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro)

“Bertanya tuh jangan kayak tukang becak, kalau mau tanya tuh dipikir dulu, nanya kok kayak gtu?!?! GOMIK KAMU…” (Dr. Prihadi Setyo Darmanto)

“Sebenarnya, kita hidup di dunia ini tidak ada masalah. Yang ada hanya TANTANGAN.” (Dr. I Wayan Suweca)

“nek kesed mengko dadi keset –bhs jawa , kalau malas nanti jadi alas kaki bangsa lain.” (Prof. Djoko Suharto)

“Suhu itu bisa berarti guru silat. kalau kamu berani-berani bilang suhu didepan saya, ta’ buang kamu lewat jendela! CIAAAAAT!!” (Dr. Prihadi Setyo Darmanto)

“Klo kamu nanti cari kerja, yg penting bukan nilai/IP kamu berapa, tapi kamu BISA apa. Percuma saja IP bagus tapi KEBISAANnya rendah.” (Dr. Taufiq Rochim)

“Yang jadi penghalang buat kalian belajar dan memperhatikan tuh Setan. Kalian baru diganggu setan yg masih prajurit aja dah kalah. Yang saya lawan setannya sudah jenderal.” (Dr. Taufiq Rochim)

“Saat kuliah yang penting bukan mendengarkan, tetapi MENJIWAI. Ibarat kalian saya perdengarkan lagu keroncong, pasti kalian bisa mendengar tetapi belum tentu bisa menikmati.” (Ir. Pawito Merto Sontowiryo, M.Sc)

“Kalian klo sudah jadi engineer jangan cuma kerja di perusahaan migas aja, tapi juga harus jd entrepreneur.” (Dr. Sigit Yoewono)

“Dosen tuh cuma ada dua, kalo gak dosen idealis ya dosen idiot.” (Prof. Bambang Sujiatmo)

“Sanggupkah gas alam kita menjalankan kewajibannya memunhi kebutuhan Indonesia bila operatornya masih di kuasai asing?” (Dr.Yuli Setyo Indartono)

“Pepatah Belanda pernah mengatakan, bila seseorang atau suatu kaum ingin maju maka sebelumnya harus didzalimi dulu.” (Prof. Rochim Suratman)

“Laki-laki itu harusnya jadi jagoan perang yg mampu menggempur karang sementara perempuan adalah yg memproduksi para jagoan perang.” (Ir. Pawito Merto Sontowiryo, M.Sc)

“Bangsa Indonesia terlalu banyak dipengaruhi budaya bangsa lain, jadi penentuan satu istilah aja sebutannya bisa beda-beda, pdhl artinya sama.” (Ir. Pawito Merto Sontowiryo, M.Sc)

“Prinsip yang harus kalian pegang (mahasiswa T. Mesin) adalah Belajar keras, Main keras, & punya pacar. Klo udah Belajar nggak pernah, main juga nggak, pacar nggak punya, mau jadi apa kamu nantinya.” (Prof. Djoko Suharto)

“Saat kalian sudah lulus, nama almamater (ITB) jarang disebut untuk hal2 positif yang kalian perbuat. Tetapi akan disebut jika kalian melakukan kesalahan, kegagalan, atau hal negatif lainnya.” (Dr. Sigit Yoewono)

“Terkadang menjadi seorang Engineer itu perlu juga untuk bersifat Perfectsionist, karena bisa saja akibat suatu kesalahan kecil proyek bernilai jutaan dollar menjadi gagal.” (Rachman Setiawan, Ph.D)

“Saya tuh merasa aneh klo ada acara yang di jadwalnya tertulis ‘Jam (sekian) sampai dengan SELESAI’. Klo Saudara akan mengadakan suatu acara, tulislah jadwalnya dengan jelas kapan mulai dan selesai nya.” (Prof. Bambang Sutjiatmo)

“Kalian itu mahasiswa ITB yang katanya terbaik itu lho. Koq cm disuruh menjawab pertanyaan sederhana aja masih salah. Apa ga merasa malu kalian?” (Ir. Pawito Merto Sontowiryo, M.Sc)

“Otak itu ibarat processor juga ada Megahertz (MHz) nya. Dengan Anda sering membaca, MHz otak bertambah shg kecenderungan utk ingat semakin tinggi. Sebaliknya klo Anda jarang membaca, MHz otak cenderung berkurang shg mudah lupa kan ya.” (Dr. I Made Astina)

“Nothing is interesting if you’re not interested.” (Dr. Zainal Abidin)

“Klo Anda tidak paham, Anda akan mudah ditipu.” (Dr. I Made Astina)

“Kemajuan itu identik dengan Kedisiplinan.” (Dr. Yuli Setyo Indartono)

“Intinya klo belajar itu pegang dulu konsep dasarnya, kemudian pelajari ulang agar selalu ingat. Bahkan sehari sebelum pikun pun masih ingat.” (Ir. Pawito Merto Sontowiryo, M.Sc)

“Salah satu cara untuk menilai diri Anda adalah dengan membayangkan apabila Saya menjadi Anda dan Anda menjadi Saya.” (Dr. I Made Astina)

“Klo kalian emg tidak mau disuruh pintar, ya sudah mending disuruh bodoh saja. Karena kebodohan kalian akan menjadi rezeki buat Saya. Kenapa? karena saat kalian kerja, ada suatu persoalan di bidang tertentu yg tidak bisa diselesaikan, ujung2nya kalian meminta Saya untuk mengadakan pelatihan dan membayar kepada saya sekian juta.” (Dr. Zainal Abidin)

“Berbeda dengan di Indonesia, di Jepang memang kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya sudah benar2 diajarkan dan dipraktikkan sejak kecil.” (Dr. Ari Darmawan Pasek)

“Suatu materi kuliah itu minimal dibaca 3x supaya saat kalian menulis tugas akhir nanti dapat merangkai beberapa materi dengan urut, sesuai, dan terstruktur. Klo kalian hanya membaca 1x kemudian dilupakan, itu ibarat mimpi yang hanya bisa dirasakan semalam saja. Karena mimpi pada suatu malam jelas tidak akan bisa dirangkai dengan mimpi di malam2 yang lain.” (Dr. Zainal Abidin)

“Saya sudah berpuluh-puluh kali presentasi kepada masyarakat, tetapi yg terjadi adalah kebanyakan dari masyarakat itu tidak mengerti apa yg Saya sampaikan. Perlu bantuan ulama tertentu yg bisa membuat mereka mengerti. Jangankan masyarakat, Anda mahasiswa mungkin saja tidak mengerti materi yang telah Saya sampaikan di kuliah ini.” (Dr. Ari Darmawan Pasek)

“Untuk bisa mengerjakan soal-soal analisis seperti ini tidak cukup hanya belajar dari contoh soal, tetapi juga perlu anda kerjakan latihan soal-soal yang ada di buku.” (Dr. I Made Astina; Ir. Kemas Rifian, M.Sc)

“It’s SIMPLE THING, but You DON’T UNDERSTAND!” (Dr. Taufiq Rochim)

“Segala sesuatu itu pasti bisa diukur. Baik kuantitatif maupun kualitatif.” (Dr. Taufiq Rochim)

“Kalian lupa rumus itu dapat kami maklumi, tapi klo sudah sampai lupa konsep apalagi tidak tau itu yang bahaya.” (Dr. Zainal Abidin)

“Klo kamu mampu menguasai bahkan menjadi ahli di suatu bidang tertentu yang tidak banyak orang mampu melakukannya, kemungkinan besar kamu akan sulit tertandingi oleh orang lain pada bidang tersebut.” (Dr. Zainal Abidin)

“Klo nanti kalian sudah menjadi Mechanical Engineer yang utama kalian harus tau bgmn cara merancang, membuat, mengoperasikan dan merawat suatu peralatan. Setelah itu baru lah kalian pikirkan bagaimana cara menjual peralatan tersebut supaya laris.” (Prof. Bambang Sutjiatmo)

“Menjadi seorang engineer itu harus kritis, belum melihat jgn dulu percaya, sudah melihat baru percaya. Jadi prinsip dasar nya SEEING IS BELIEVING.” (Ir. Ign. Pulung Nurprasetio, MSME)

“Kalian janganlah menjadi manusia yang berkarakter mirip seperti perompak Somalia.” (Prof. Djoko Suharto)

“Jika kalian tidak belajar dari pengalaman orang lain, maka bisa-bisa kalian lah yang akan mengalaminya sendiri.” (Dr. Zainal Abidin)

“Misal kalian sudah merasa mengerti, terus kuliahnya ga lulus, itu TIDAK APA-APA yg penting mengerti.” (Dr. Prihadi Setyo Darmanto)

“Melakukan suatu hal kecil dengan cinta yang besar lebih baik daripada melakukan suatu hal besar namun dengan cinta yang kecil.” (Prof. Djoko Suharto)

“Bagaimana bisa kalian bekerja sambil berdoa. Kalau berdoa itu harus serius, bekerja juga harus serius. Kalau bekerja sambil berdoa berarti bekerjanya setengah serius dan berdoanya setengah serius. Bagaimana bisa kalian berdoa setengah serius.” (Dr. Taufiq Rochim)

“Don’t think your life just dependent on electronic devices! Your brain has more capabilities than electronic devices.” (Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro)

“Saya menikah dengan orang Sunda, agar anak saya bukan jadi orang Jawa, atau jadi orang Sunda, tapi orang INDONESIA.” (Ir. Pawito Merto Sontowiro, M.Sc)

“Saya berhak menasihati kalian karena kalian sekolah di sini (ITB) dibiayai melalui pajak. Dan Saya termasuk salah satu orang yang membayar pajak.” (Ir. Pawito Merto Sontowiro, M.Sc)

“Sebenarnya setiap ilmu itu bisa dipelajari sendiri tanpa harus diajari oleh orang lain. Kalian klo mau kawin juga tidak kursus dulu kan?” (Prof. Mardjono Siswosuwarno)

“Apabila bekerja sebagai Engineer, Anda TIDAK digaji untuk menjawab TIDAK TAHU.” (Prof. Komang Bagiasna)

“Engineer berbeda dengan Scientist, Engineer tidak perlu hasil perhitungan yang eksak tapi cukup meng-ESTIMASI dengan tingkat kesalahan yang diizinkan sebesar 10 %.” (Prof. Komang Bagiasna)

“Engineer harus menyelesaikan persoalan dengan CERDAS. Memang hidup itu perlu kerja keras, tapi keras saja tidak cukup tanpa cerdas.” (Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro)

“Bila Anda saat ini sangat bingung sehingga tidak mengerti apa-apa mengenai kuliah ini, adalah suatu hal yang wajar. Suatu saat secara perlahan Anda akan dapat memahaminya.” (Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro)

“Jangan pernah menunda-nunda pekerjaan. Begitu satu pekerjaan selesai, lanjutkan pekerjaan yang lainnya.” (Prof. Djoko Suharto)

“Klo memang kamu berniat membiayai kehidupan kamu setelah lulus dengan ilmu teknik mesin ini, maka pelajarilah ilmu ini dengan serius. Lain hal nya klo setelah lulus kamu ingin jadi artis.” (Ir. Pawito Merto Sontowiro, M.Sc)

“Sama saja dengan Dokter yang mengobati pasien, Insinyur yang ketika menyelesaikan persoalan sampe melakukan hal-hal yang tidak perlu, itu namanya Insinyur G!. Klo ga Goblok ya Gendeng.” (Prof. Mardjono Siswosuwarno)

“Ciri-ciri orang yang serius berpikir dalam memahami suatu kuliah adalah adanya catatan atau coretan di halaman buku teks.” (Ir. Pawito Merto Sontowiro, M.Sc)

“Kalian mesti sadar klo berpikir itu nikmat, asal berpikir yang bermanfaat buat kalian. Klo ga ada manfaatnya percuma.” (Ir. Pawito Merto Sontowiro, M.Sc)

“Semua materi kuliah pada dasarnya mudah. Tapi mudah/sulitnya kuliah tergantung dari cara penyampaian dosennya.” (Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro)

“Kalau kamu berangkat dari rumah jam 7, adalah tidak mungkin untuk sampai di kelas jam 7.” (Dr.Andi Isra Mahyuddin)

“Banyak orang lebih mengenal James Watt daripada Wilkinson. Padahal jika tidak ada mesin pelubangnya Wilkinson, barangkali James Watt tidak akan menjadi terkenal karena mesin uapnya tidak akan terwujud.”(Kadangkala orang lebih melihat hasil akhir daripada rangkaian proses untuk mencapainya. Orang lebih melihat mesin uap daripada proses untuk membuat mesin uap tersebut.) (Dr. Taufiq Rochim)

“Ilmu mesin itu gampang. Cuma tinggal pake rumus saja.” (Ir. Hendi Riyanto) ? “Harusnya orang mesin itu belajarnya mobil saja. Mau belajar AC (termodinamika), kinematika, elektronik, material, produksi ada semua…” (Prof. Bambang Sutjiatmo)

“Kita boleh mengkritisi, tapi juga harus introspeksi.” (Dr. Sigit Yoewono)

“Gambar mesin itu ada artinya mas! Neggambar pompa kok kayak roti bakar!” (Dr. Prihadi Setyo Darmanto)

“Kalo anak teknik mesin bikin mesin dan mesinnya gak jalan, nangis dia.. tapi kalo anak teknik sipil bikin jembatan terus jembatannya jalan-jalan, nangis juga dia..” (Dr. Andi Isra Mahyuddin)

“Boleh korupsi, asal rakyatnya makmur. Kan gak ada yang protes.” (Dr. Zainal Abidin)

“Yang sekarang menjadi kendala bangsa ini adalah kebanyakan rakyatnya malas untuk berjuang. Segala sesuatu langsung ingin diperoleh secara cepat.” (Prof. Djoko Suharto)

“GAMBAR TEKNIK itu kan bahasa komunikasi orang TEKNIK, kalian sebagai mahasiswa TEKNIK Mesin sudah fasih belum?” (Dr. Taufiq Rochim)

“Rakyat Indonesia itu menjadi beban pemerintah, bukan asset, makanya pemerintahnya ga melindungi rakyatnya. Kalo ada rakyat yang mati, ya syukur saja…!” (Ir. Pawito Merto Sontowiro, M.Sc.) ? “Yang penting itu lulus, bukan wisuda. Wisuda itu kan cuma buat menyenangkan orang tua sama pacar kamu saja.” (Dr. Zainal Abidin)

“Lupa adalah sesuatu yang patut kita syukuri, karena bila lupa, berarti kita sudah tau.” (Dr. Taufiq Rochim)

“Sering mencampur aduk bahasa menunjukkan bangsa ini mudah terjajah seolah tidak punya harga diri.” (Prof. Djoko Suharto)

“Masa depanmu adalah masa depan bangsa ini.” (Ir. Pawito Merto Sontowiro, M.Sc.)

“Mahasiswa ITB adalah ibarat rajawali jadi harus punya prestasi tinggi dan pantang menyerah.” (Prof. Djoko Suharto)

“Saat kuliah jika nilai kalian jelek atau tidak lulus masih bisa diulang atau dicuci. Saat kerja tidak bisa lagi seperti itu karena waktunya tidak ada untuk memperbaiki.” (Prof. Indra Nurhadi)

“Menjadi engineer harus bekerja secara tim, tidak bisa seenaknya, akan ada saling ketergantungan antara sesama anggota tim. Berbeda dengan sastrawan. Di saat tidak ingin berkarya ya sudah tidak apa2, mau berkarya saat malam hari pun tidak apa2, tidak akan ada pihak yang terganggu karena sastrawan lebih bekerja secara individu.” (Ir. Pawito Merto Sontowiro, M.Sc.)

“Saya harap suatu saat kalian bisa membuat bangsa ini menjadi bangsa yang bermartabat. Tidak mudah dipermainkan bangsa lain.” (Ir. Pawito Merto Sontowiro, M.Sc.)

“Kebanyakan mahasiswa ITB skrg orang tua nya kaya, sehingga untuk memperoleh sesuatu tidak perlu susah2 bekerja keras pun bisa dapat. Padahal orang tua mereka yang kaya itu memperoleh kekayaannya dengan kerja keras.” (Prof. Djoko Suharto)

“Melakukan failure analysis pada suatu benda ibarat mengajak dialog benda yang diamati. Benda tersebut bisa berbicara dan tidak pernah berbohong. Namun kita akan bisa mengerti maksud dari benda itu apabila kita memahami segala hal mengenai failure analysis benda yang diamati.” (Prof. Mardjono Siswosuwarno)

“Kalo mau dapet A, ya usahanya harus A+ dong soalnya ga ada yg namanya efisiensi 100 %.” (Dr. Yuli Setyo Indartono)

“Kadang teknologi tidak membuat hidup kita lebih baik.” (Ir. I Nengah Diasta, M.Sc.)

“Kalo kamu ga suka matematik, itu bukan masalah. Tapi maksimal kamu cuma bisa jadi teknisi, bukan insinyur ataupun direktur.” (Dr. Zainal Abidin)

“Orang yg paling bahagia itu orang yg pas-pasan. Mau beli mobil, pas ada uang. Mau beli rumah pas ada uang.” (Dr. Zainal Abidin)

“Pesawat jatuh ngomongnya takdir, Tuhan disalahin. Gempa, banjir, Tuhan disalahin. Gara-gara maintenance-nya gak bener tuh, harusnya bisa dicegah. Kasihan Tuhan disalahin terus.” (Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro)

“Kalau kamu bisa memodelkan suatu masalah (dengan benar), itu sudah 75% selesai.” (Ir. Hendi Riyanto)

“Tentara perang kalau ada musuh, Mahasiswa umumnya belajar kalau ada ujian saja kan ya.” (Dr. I Made Astina)

“Selama jadi mahasiswa jangan takut salah, kalau kamu takut salah kamu tidak akan berkembang.” (Prof. Djoko Suharto)

“Jangan seterusnya hidup hanya cari aman takut gagal, BERANIkan diri untuk mencoba memulai menciptakan sesuatu untuk kemajuan diri kamu dan bangsa ini.” (Prof. Djoko Suharto)

“kalo kamu kerja untuk cari jabatan, jabatan akan selesai ketika kamu pensiun. tapi kalo kamu jadi ahli, sampai mau mati pun kamu tetep dicari. dunia mencarimu.” (Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro)

“Jangan bercita2 kaya, bercita2lah BERGUNA UNTUK ORANG BANYAK (saya jamin anda tidak akan miskin). Jangan mengejar nilai maupun gelar, KEJARLAH ILMU DAN KETRAMPILAN (insyaalah nilai dan gelar di tangan anda).” (Dr. Zainal Abidin)


Semoga kata motivasi dosen diatas dapat menjadi pemantik semangat belajar mahasiswa yang sering menganggap enteng perkuliahan. Kadang mahasiswa memang butuh kata kata motivasi dosen agar lebih semangat mengarungi bahtera perkuliahan.

Baca Juga: Kata Motivasi Belajar untuk Pelajar dan Mahasiswa

60 Alasan Kenapa Dosen Sesekali Perlu ‘Digampar’

dosen ditampar mahasiswa

Mungkin Anda merasa aneh dengan judul diatas. Namun sebagai mahasiswa kadang ada perasaan yang bikin saya rasanya pengen gampar dosen. Sebenarnya itu cuma kiasan. Toh kata orang jaman dulu, tak boleh marah sama orang yang punya ilmu.

Lebih tepat kalau disebut kritik membangun terutama bagi dosen yang suka PHP, banyak kegiatan di luar kampus, dll. Penggunaan bahasa sarkastik itu agar lebih dipahami maksudnya karena mahasiswa juga butuh dosen bukan hanya sebagai pengajar tapi juga sosok yang layak ditiru dan digugu.

Karena itu, peran dosenlah yang membuat mahasiswa itu layak digampar atau tidak. Karena terkadang letak kesalahan ada pada dosen juga. Jadi bagi Anda para dosen yang membaca ini, bolehlah tulisan ini dianggap sebagai kritik. Tak perlu marah ataupun kesal, anggap sebagai masukan untuk menjadi lebih baik.

Tulisan ini sebenarnya merupakan tulisan dari salah seorang dosen Universitas Gadjah Mada (UGM), Bpk Made Andi. Namun saya rasa ada perlunya juga para dosen di Unsri baca ini.

Karena itu, sekali lagi bila ada bapak/ibu dosen yang merasa terusik kami mengucapkan mohon maaf sebesar-besarnya. Karema kami tahu bahwa menjadi pendidik adalah tugas yang sangat mulia dan sungguh tidak gampang. Namun ada baiknya untuk tetap belajar karena kebenaran yang hakiki hanyalah milik Tuhan semata.

Berharap bisa berbenah. Hasil pendidikan tanggung jawab kita, bukan cuma dosen, bukan hanya mahasiswa. Tanpa kerjasama dan komunikasi yang baik, tidak akan ada hasil yang baik. Semoga kita tidak betah dalam suasana saling menuduh dan berburuk sangka. Meminjam istilah paman Malcolm Forbes, tujuan utama pendidikan adalah mengganti kepala yang kosong dengan kepala yang terbuka. Jadi, tujuan pendidikan bukan memintarkan tetapi membuat orang terbuka dengan berbagai gagasan. Mari menjadi terbuka, dengan gamparan kiri kanan 😀


60 Alasan Kenapa Dosen Layak “Digampar” Mahasiswa

  1. Bikin kontrak dengan mahasiswa tentang dispensasi keterlambatan, tapi sendirinya sering terlambat melebihi batas kontrak.
  2. Ada dosen tiap kali mahasiswa bertanya kok bisa seperti itu, Pak atau tanya sesuatu, malah dijawab “sudah begitu di pustaka”. Malas nanya deh 😦
  3. Dosen itu mau menilai mahasiswa, tapi gak mau dinilai balik. Apalagi kadang susah ditemui dan sok sibuk.
  4. Banyak dosen gak niat bikin materi power point. Slide cuma paragraf hasil copas dan background putih polos. Bikin ga’ semangat mengikuti kuliah.
  5. Disuruh naruh naskah di meja, dibawa 1 bulan, eh ternyata gak dibaca sama sekali. Dihubungi, tapi gak pernah direspon.
  6. Ada dosen yang kalau pas ujian, jawabannya harus benar-bnenar persis dengan materi yang diberi dosen. Mahasiswa dituntut hapal, bukan paham.
  7. Masih ada dosen yang kurang profesional dalam mendidik mahasiswa. Dari segi waktu tidak pernah on time, bahkan dalam penilaian cenderung subjektif.
  8. Dosen dengan kemampuan lapangan, lebih bisa ngasih motivasi daripada dosen yang hanya bermodal teori.
  9. Kini sok kuasa sama mahasiswa. Ngga sadar, 7 tahun lagi situasi bisa berubah. Biasa aja Pak/Bu!
  10. Sekarang sering gak jelas ketika ditunggu untuk bimbingan. Awas nanti kalau mau ke kantorku 10 tahun lagi, aku kasih satpam yang nemenin.
  11. Dosen yang terlalu idealis tapi gk melihat kemampuan mahasiswa yang berbeda2. Dosen yang maunya dipahami tanpa mau memahami.
  12. Kalau sudah bikin kontrak yang sudah disepakati bersama mahasiswa (ttg materi & penilaian) harusnya juga ditaati bareng. Dosen ga’ bisa membatalkan secara sepihak. Last minute lagi!
  13. Tugas bener semua, bahkan dikasih komen ‘excellent’, tapi tetep dapat 7! No feedback = why bother? Mendingan ga ada tugas sekalian kalau kayak gitu… daripada kasih nilainya random aja.
  14. Katanya, “kurang baik apa saya, kalau kalian telat juga gak saya pisuhin kan”. Tapi dia sebutin pisuhan-pisahannya di depan kelas 😦
  15. Katanya disuruh complain kalau salah, giliran dicomplain malah dipanggil, diinterogasi.
  16. Mahasiswa hanya bisa menerima kritikan, baik atau pedas. Asal jangan sampai mematikan ide & semangat muda mahasiswanya.
  17. Yah gak beda jugalah sama mahasiswa. Antar dosenpun kadang ada gap-gapan. Asal gak saling menjatuhkan, gak apa-apa sih sbenernya.
  18. Akhirnya respect murid akan terlihat seiring waktu, karena masih butuh atau murni dari dalam hati (short vs long term)
  19. Di SMS bimbingan mahasiswi langsung berbalas. DiSMS bimbingan mahasiswa jarang berbalas.
  20. Beda dosen jebolan LN atau bukan terlihat jelas dari caranya “melayani” mahasiswanya. Yang satu memfasilitasi, satunya lagi membatasi. WHY? Ndeso!
  21. Dosen bisa seenaknya gonta ganti jadwal kuliah 😂
  22. Dear dosen, Anda begitu hebat di mata kami kadang kami bangga pada anda jugan rusak citra anda dgn ke egoisan.
  23. Ada dosen moody-an dan mahasiswa harus kena Imbasnya. Padahal sudah semangat dari rumah untuk ACC, malah jadi kacau.
  24. Ngomongin kedisiplinan di dalam kelas, tapi pas UTS bikin soalnya telat hingga UTS harus ngaret 2 jam gara-gara nunggu soal 🙂
  25. Dear dosen, Anda harus balik jadi mahasiswa kalau mau menilai keobjektifan dan tanggung jawab profesi anda.0
  26. Seloroh tentang banyak mahasiswa absensi, jika dosen ganti jadwal mahasiswa harus terima tanpa terkecuali.
  27. Dosen mending jangan banyak kritik skripsi mahasiswa kalau jurnal publikasi ilmiahmu tidak sebanyak kritikanmu!
  28. Dosen mending tdk usah pake hape kalau mahasiswa sms/nelpon tidak direspon padahal lagi ngerumpi di ruang dosen.
  29. Di depan kelas berkelakar tentang moral, tapi mahasiswa sering diterlantarkan. Proyek di luar dijadikan prioritas! 🙂
  30. Sama mahasiswa getol nyuruh agar aktif dalam diskusi, ternyata kalau para dosen ikut forum ilmiah nasional diem aja tuh!
  31. Terkadang banyak yang bersikap superior, minta surat rekomendasi BS saja susah minta ampun. Tidak ingat dulu waktu di posisi yang sama.
  32. Lebih banyak kritik presidennya daripada Publikasi Ilmiahnya pak/bu 🙂
  33. Janjian jam berapa dateng jam berapa kadang malah ga dateng tapi ga bakal ngabarin kalau ga diSMS duluan 😦
  34. Komentar di kelas tentang opini di koran yang katanya salah, gak ilmiah, dangkal tapi faktanya gak pernah (bisa) nulis di koran
  35. Dosen ketika mengajar harus mudah dimengerti, jangan hanya mengajar teori, namun juga analogi baru dari teori tersebut.
  36. Dosen itu, jelasin apa essensi materi. Bukan bikin kursus Inggris dengan translet-in handout materi.
  37. Kadang penjelasan dosen tentang materi yang sama berbeda2, ketika ujian tiba mahasiswaswa bingung hrs jawab ala dosen A atau dosen B.
  38. Dosen juga jangan bisanya berdiri baca slide PPT doang, kreatif buat ngajak mahasiswanya aktif biar lebih menarik.
  39. Jangan membawa masalah pribadi ke kampus, sehingga kinerja kurang optimalan. Nanti mau bmbingan sulit 🙂
  40. Mahasiswa didorong untuk melanjutkan studi, dosennya sendiri masih sulit menyelesaikan pendidikan master dan doktornya!
  41. Dosen:ada pertanyaan? // Mahasiswaw: ada..blablabla. // Dosen: kamu ke mana aja?!! // Nyuruh nanya malah dimarahin, jadi males nanya.
  42. Bahasanya kurang komunikatif dan sederhana, sehingga materi yang mudah terkesan sulit.
  43. Punya masalah itu wajar, tapi kalau sampe buat dosen itu jadi moody di kelas atau kampus, justru itu tidak baik.
  44. Kalau ngasih tugas sejelas mungkin biar mahasiswa gak bingung dan berbeda persepsi satu sama lain.
  45. Kalau jadi pembimbing skripsi harus niat, jangan ogah-ogahan dengan seribu alas an.
  46. Terkadang saya dibuat tidak nyaman terhadap satu mata kuliah bukan karena materinya, 00 karena penyampaian materi yang buruk.
  47. Waktu ngasih praktikum di kelas, harusnya ga marah-marah terus karena semakin ditekan kayak gitu, semakin kami gak paham.
  48. Kadang ada beberapa dosen yang moody, ketika moodnya lagi gak enak, materi yang dsampaikan jadi gak jelas dan tidak seperti yang kami harapkan.
  49. Dosen selain sbg pengajar juga bisa dijadikan ajang tempat curhat mahasiswa. Layaknya guru BP jaman SMA dulu.
  50. Dosen yang menjatuhkan mental mahasiswa saat presentasi biasanya juga gak pinter presentasi 😀
  51. Saat presentasi & mahasiswawanya salah, ada dosen yang mengoreksi lalu mngapresiasi, ada yang mnyalahkan lalu menjatuhkan mental.
  52. Belajar itu kan membuat pikiran kita menjadi terbuka, jadi dosen harus berfikir luas dan terbuka, bukan berfikir konservatif 🙂
  53. Ada dosen yang jarang masuk kelas. lebih mentingin proyek. bahkan lupa sama mahasiswanya.
  54. selain memberikan materi dosen sebaiknya memberikan motivasi dalam belajar, misalnya pengalaman beliau ketika study di LN 🙂
  55. Ada dosen yang pinter banget, tapi kalau mengajar tidak bisa dengan bahasa yang sederhana. Mahasiswanya cuma bengong *nggak ngerti*
  56. Dosen juga harus masuk full jangan hanya kosong trus ngasih tugas segambreng 🙂
  57. Di jaman yang serba hi tech ini, harusnya dosen lebih aktif dalam menggunakan fasilitas teknologi ini
  58. Di sela-sela mengajar sebaiknya dosen memberikan pengalaman tentang dunia pekerjaan atau project yang pernah dilakukan
  59. Ada dosen yang satu semester ga pernah nongol. Ga jelas!
  60. Dosen jangan sering PHP-in mahasiswa ketika molor jam ngajarnya tapi gak ngabarin mahasiswa.

Pesan untuk mahasiswa,

Perlu diingat bahwa apa yang Anda tuduhkan atau sangka itu belum tentu benar. Kadang kita tidak bisa melihat dari berbagai perspektif. Maka agar tidak terjadi salah sangka, mari kita ngobrol dalam suasana yang nyaman dan nuansa yang egaliter. Terima kasih atas tamparan ini dan ini saya anggap tanda peduli.

Sumber

Inilah 10 Jurusan Paling Berguna saat Bekerja

Farmasi dan Keperawatan

Kadang sering kita bertanya seberapa penting sih ilmu yang kita dapatkan di bangku kuliah saat kita bekerja nanti. Saya sering berpikir begitu, anda mungkin juga berpikir hal yang sama. Pertanyaan lain yang kerap muncul, apakah jurusan yang kita pilih punya prospek kerja yang baik di masa mendatang. Sebab tidak dapat dipungkiri, banyak lulusan universitas yang banting setir ketika menghadapi dunia kerja.

Mungkin info yang mau saya share kali ini bermanfaat bagi kita semua. Menurut survei yang pernah dilakukan, ternyata ada beberapa jurusan / program studi yang sangat bermanfaat saat bekerja nanti.

Berikut ini 10 jurusan / program studi yang paling berguna dan paling bermanfaat saat bekerja.

1. Ilmu Pengobatan dan Kedokteran Gigi

Sebesar 94,1 persen lulusan Ilmu Pengobatan dan Kedokteran Gigi merasa subyek studi yang mereka pelajari ketika kuliah membantu dalam mendapatkan pekerjaan dengan jangka waktu 18 bulan setelah lulus.

2. Farmasi dan Keperawatan

Sebanyak 82,1 persen lulusan prodi Farmasi dan Keperawatan mengaku jurusan tersebut membantu dalam mendapatkan pekerjaan setalah 18 bulan lulus.

3. Pendidikan

Secara konsisten, 72,4 persen lulusan jurusan Pendidikan mengaku jika subyek studi yang mereka pelajari selama perkuliahan memiliki keuntungan dalam mendapatkan pekerjaan dalam waktu 18 bulan setelah lulus.

4. Jurusan Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM)

Para lulusan dari keempat disiplin ilmu tersebut secara konsisten mengaku jika gelar mereka berguna dalam mencari kerja. Dalam persentase, 65 persen mahasiswa Ilmu Fisika, 68,6 persen lulusan prodi Matematika dan Ilmu Komputer, dan 73,4 persen mahasiswa Teknik menyatakan, materi perkuliahan yang mereka pelajari berguna untuk meraih pekerjaan.

5. Hukum

Para lulusan Jurusan Hukum merasa menyukai pilihan mereka karena bermanfaat dalam memperoleh pekerjaan dengan jangka waktu 18 bulan setelah lulus. Sebesar 92 persen mahasiswa Hukum semester akhir merasa jurusan tersebut berguna dalam mencari pekerjaan. Namun, hanya 61,9 persen lulusan Jurusan Hukum yang merasa subyek studi mereka selama perkuliahan bermanfaat dalam mencari pekerjaan.

6. Bahasa

Para lulusan prodi Bahasa relatif puas dengan jurusan yang mereka pilih. Sebesar 60,8 persen lulusan mendapatkan pekerjaan setelah 18 bulan menamatkan studi mereka.

7. Biologi, Agrikultur, dan Ilmu Binatang

Hanya 54,3 persen lulusan dari ketiga jurusan tersebut yang merasa subyek studi mereka selama perkuliahan memiliki manfaat dalam mendapatkan pekerjaan. Jumlah ini menurun dibandingkan survei yang dilakukan kepada mahasiswa semester akhir di jurusan yang sama, yakni 75 persen yang mengaku jurusan tersebut berguna dalam mendapatkan pekerjaan.

“Responden dengan gelar Biologi mengindikasikan, ada beberapa isu tertentu yang berkaitan dengan kurangnya spesialisasi dalam gelar Biologi murni,” tulis laporan tersebut.

8. Seni Kreatif dan Desain

Lulusan prodi ini yang merasa jurusan tersebut berguna dalam mendapatkan pekerjaan kurang dari 50 persen.

9. Jurusan Komunikasi Massa dan Dokumentasi

Prodi ini juga menempati urutan menyedihkan di mata para responden. Hanya 44,8 persen lulusan prodi tersebut yang mempertimbangkan jurusan tersebut bermanfaat dalam bursa kerja. Namun, 70 persen mahasiswa semester akhir pada jurusan tersebut berpendapat, materi studi yang mereka pelajari berguna untuk menemukan pekerjaan. Menurut laporan HECSU, prodi tersebut meliputi para lulusan dari sebagian besar subyek vokasi, termasuk Jurnalistik yang mungkin menyoroti isu bagaimana mengantisipasi lulusan dalam mendapatkan pekerjaan di sektor media.

10. Studi Filosofi dan Sejarah

Hanya 42,5 persen mahasiswa jurusan tersebut yang setuju jika subyek studi yang mereka pelajari semasa kuliah memiliki keuntungan dalam mencari pekerjaan.

Perbedaan Jurusan Teknologi Kelautan, Teknik Kelautan dan Ilmu Kelautan

ilmu kelautan, teknik kelautan,teknologi kelautan

Beberapa jurusan atau program studi di perkuliahan, seringkali namanya mirip-mirip, yang untuk sebagian calon mahasiswa tampak sama dan tidak diketahui perbedaannya. Contoh, antara jurusan geologi dan jurusan geodesi. Persamaannya apa dan perbedaannya apa? Banyak yang belum tahu. Terkait prospek kerja jurusan geomatika dan geodesi, sudah dibahas di artikel ini.

ilmu kelautan, teknik kelautan,teknologi kelautan

Pada tulisan kali ini, kami akan sampaikan kepada teman-teman tentang perbedaan antara jurusan TEKNIK KELAUTAN, TEKNOLOGI KELAUTAN dan ILMU KELAUTAN.

Baik, kita mulai dari yang pertama, Jurusan Teknik Kelautan.

Jurusan Teknik Kelautan adalah jurusan yang yang lebih banyak mempelajari tentang rekayasa pada bidang pantai atau lepas pantai (Coastal and Offshore Engineering). Fokusnya adalahmempelajari tentang pemanfaatan serta pengelolaan laut untuk sarana dan prasarana transportasi laut dan sumber dayanya.

Sarana dan Prasarana transpostasi laut contohnya seperti pelabuhan, dermaga, kapal dan lain sebagainya. Sedangkan mempelajari sumber daya laut, seperti pencemaran laut, pengendalian lingkungan, kemungkinan bencana dan lain sebagainya.

Adapun akar dari pelajaran atau kuliah di teknik kelautan yaitu berdasar pada ilmu-ilmu mekanika, dinamika fluida terutama untuk lingkungan laut, geologi, dan bangunan lepas pantai. Termasuk juga fasilitas-fasilitas yang ada di pelabuhan seperti dermaga.

Bidang kajian yang akan di bahas dalam Teknik Kelautan antara lain adalah bangunan lepas pantai, proses pantai, bangunan pelindung pantai, teknik perkapalan, akustik bawah laut, hidrodinamika laut, dan penyebaran polutan.

Pada prinsipnya ilmu yang dipelajari pada jurusan Teknik Kelautan lebih banyak berkaitan dengan ilmu fisika terapan, terutama ilmu mekanika. Sedangkan infrastruktur keairan yang dipelajari mulai dari batas pantai ke laut lepas.

Beberapa bidang studi pada jurusan Teknik Kelautan antara lain:

  1. Teknik Pantai

Pada bidang studi Teknik Pantai ada kaitan dengan perancangan fasilitas dan struktur pantai, identifikasi perilaku kondisi tanah dasar laut,analisa pondasi bangunan laut, perancangan anjungan dengan struktur beton, perancangan pembuatan dermaga dan lain-lain, pengelolaan wilayah pantai, dan sebagainya.

Jadi lebih fokus pada perancangan fasilitas di sekitar pantai.

  1. Teknik Lepas Pantai

Pada bidang studi Teknik Lepas Pantai, akan banyak mempelajari masalah teknologi pemanfaatan laut, teknologi untuk media transportasi seperti pipa dan kabel yang ada dilaut. Media transportasinya adalah media statis (pipa, kabel, dsb.), bukan media dinamis (kapal laut, dsb.). Sehingga tidak mempelajari tentang perkapalan atau pembuatan kapal. Karena itu jurusannya sudah beda.

  1. Manajemen Sumber Daya Kelautan

Pada bidang studi ini mempelajari pengelolaan pemanfaatan sumber daya laut agar lebih optimal dan berkelanjutan. Pengelolaan sumberdaya tersebut juga dikaitkan dengan kondisi polusi, pengetahuan iklim dan hal-hal yang dapat mempengaruhi sumber daya dan keberlanjutannya.

  1. Energi dan Lingkungan Laut

Bidang studi ini mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan identifikasi kondisi lingkungan laut yang ditinjau dari segi oceanografi dan geologi, pemanfaatan gelombang laut dan pasang surut sebagai sumber energi alternatif konversi energi panas lautan. Bidang studi ini juga untuk pemecahan masalah pencemaran lingkungan laut, dan sebagainya.

Beberapa keahlian dalam teknik kelautan diantaranya :

  1. Bangunan Lepas Pantai (Offshore Structure). Mempelajari analisis dan perencanaan kekuatan struktur bangunan laut, analisis kekuatan material, analisis keandalan dan resiko serta bidang-bidang yang relevan terhadap bangunan lepas pantai.
  2. Hidrodinamika Lepas Pantai (Offshore Hydrodinamics). Mempelajari identifikasi perilaku aliran fluida, analisis respon dinamis bangunan laut terhadap eksitasi gaya gelombang, dan analisis gelombang lautan acak, serta bidang-bidang yang relevan.
  3. Perancangan dan Produksi Bangunan Lepas Pantai (Design and Production Of Offshore Structure). Mempelajari system anjungan minyak lepas pantai dan bangunan lain, analisis tekno ekonomis bangunan laut, Teknologi dan manajemen produksi bangunan laut, perancangan dan system fasilitas bawah laut. Bedanya dengan point 1., adalah kalau pada point 1, lebih fokus pada MATERIAL dan LINGKUNGANnya, sedangkan pada point 3 ini, adanya aspek MANAJEMEN dan PERHITUNGAN EKONOMIS. Walaupun tidak detail.
  4. Energi dan Lingkungan Laut (Ocean Energy and Environmental). Mempelajari kondisi lingkungan laut yang ditinjau dari segi oceanografi dan geologi, pemanfaatan gelombang laut dan pasang surut sebagai sumber energi alternatif konversi energi panas lautan, pemecahan masalah pencemaran lingkungan laut, serta bidang-bidang yang relevan.
  5. Teknik Pantai dan Pelabuhan Laut (Coastal Engineering). Mempelajari perancangan fasilitas dan struktur pantai, identifikasi perilaku kondisi tanah dasar laut, analisa pondasi bangunan laut, perancangan anjungan degnan struktur beton, pengelolaan wilayah pantai, serta bidang-bidang yang relevan.

Demikian, penjelasan singkat tentang Teknik Kelautan. Mudah-mudahan teman-teman mendapat gambaran yang cukup jelas.

Selanjutnya, kita akan berbicara tentang Teknologi Kelautan.

Teknologi Kelautan pada dasarnya adalah ilmu yang mempelajari rekayasa yang ditujukan untuk memanfaatkan laut baik sebagai media transportasi maupun sebagai sumber daya dan ruang atau lingkungan hidup. Teknologi kelautan ini merupakan turunan dari teknik perkapalan.

Adapun tugas dari teknologi kelautan :

  1. Menyediakan sumber daya manusia atau tenaga ahli pada bidang perencanaan kapal
  2. Konstruksi dan kekuatan kapal
  3. Manajemen galangan dan industri berat
  4. Hidrodinamika
  5. Manajemen pelabuhan dan transportasi laut
  6. Sistem perkapalan
  7. Sistem propulsi
  8. Sistem perpipaan dan alat bantu
  9. Perencanaan struktur lepas pantai
  10. Perencanaan fasilitas pantai
  11. Pelabuhan dan fasilitas laut
  12. Sistem pipa bawah laut

Jadi, bedanya apa?

Teknik Kelautan, fokus pada mempelajari tentang bangunan dan lingkungan laut. Sedangkan Teknologi kelautan lebih fokus pada teknologi transportasinya. Namun demikian, dalam perkuliahan, seringkali mata kuliah yang dipelajari saling berkaitan dan bahkan mirip-mirip. Karena memang aspeknya sama, yaitu kelautan.

Teknik Kelautan cakupannya lebih luas dibandingkan Teknologi Kelautan.

Kemudian, bagaimana dengan jurusan Ilmu Kelautan?

Pembahasan tentang ilmu kelautan sengaja kami pisahkan, karena area bahasannya yang cenderung berbeda jauh dari pada dua jurusan sebelumnya.

Pada jurusan Ilmu Kelautan, pengajaran lebih pada kondisi biologi, kimiawi dan fisika laut sehingga membentuk atau mempengaruhi kondisi dan ‘cara bekerja’ laut.

Mata kuliah yang dipelajari misalnya: Pengantar Oseanografi yang fokus sama ilmu fisika dan kimia. Tapi namanya juga pengantar, artinya kuliah ini mempelajari dasar-dasar dari ilmu Oseanografi itu sendiri. Pada mata kuliah ini, teman-teman akan mengerti tentang pentingnya temperatur, salinitas (kadar garam), densitas, arus, gelombang, nutrien dan faktor fisika-kimia lainnya yang sangat mempengaruhi “cara kerja” laut.

Mata kuliah Oseanografi akan dilanjutkan dengan mata kuliah Mata kuliah Oseanografi Fisika dan Oseanografi Kimia di semester selanjutnya.Mata kuliah tersebut lebih fokus membahas tentang kondisi-kondisi fisika dan kimia laut. Contoh mata kuliah lain di jurusan ilmu kelautan adalah Mikrobiologi yang kemudian dilanjutkan dengan Mikrobiologi Laut pada semester selanjutnya.

Mata kuliah yang juga membedakan dengan dua jurusan kelautan sebelumnya, adalah Dasar-Dasar Manajemen dan Manajemen Lingkungan Pesisir dan Laut. Ilmu manajemen di sini bukan manajemen perusahaan yang terkait produksi, promosi dan sejenisnya. Tapi manajemen atau pengelolaan tentang wilayah laut dan pesisirnya. Pengelolaan yang dimaksud adalah termasuk identifikasi, pemetaan dan penataan baik sumber daya alamnya maupun sumber daya manusianya.

Jadi, pada jurusan Ilmu Kelautan, mata kuliah yang dipelajari lebih kepada ‘pengetahuan secara luas dan mendalam’ seputar laut dan pesisirnya, tetapi tidak tentang ‘membuat sesuatu di laut atau di atas permukaan laut (seperti pada Teknik Kelautan dan Teknologi Kelautan).

Lebih baik masuk jurusan mana?

Itu kembali kepada minat/passion teman-teman sendiri. Jika teman-teman lebih menyukai aspek ‘technical’, merasa orang lapangan dan lebih suka ‘bergerak’, maka Teknik atau Teknologi Kelautan lebih tepat.

Namun, jika teman-teman lebih menyukai aspek ‘managerial’, merasa lebih nyaman bekerja di kantor dan kurang suka di lapangan, mungkin Ilmu Kelautan lebih tepat.

Tetapi, perlu kami tegaskan, bahwa ketiga jurusan tesebut objeknya adalah laut, yang berada di luar ruangan. Jadi pilih jurusan manapun, teman-teman harus siap terjun ke laut.

Demikian ya teman-teman, mudah-mudahan artikel ini bermanfaat dan memberikan gambaran perbedaan antara Teknik Kelautan, Teknologi Kelautan dan Ilmu Kelautan. Mohon maaf, jika perbandingannya kurang berimbang. Jika tulisan ini bermanfaat dan informatif, silahkan dibagikan, agar lebih banyak teman-teman kita yang mengetahuinya. (sumber)

Inilah Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Pegawai Bank

pegawai bank

Menjadi seorang pegawai Bank sangat sempurna, kenapa tidak? Pegawai bank memiliki penampilan menarik, bersih dan menyenangkan mereka bekerja di tempat yang bersih full AC dan melayani customer dengan baik. Masalah gaji jangan ditanyakan lagi sudah menjadi rahasia umum pegawai bank memiliki kehidupan sejahtera dalam ekonomi.

Sebelum kamu memutuskan untuk bekerja sebagai pegawai bank berikut adalah kelebihan dan kekurangan bekerja di bank yang harus kamu ketahui.

Kelebihan Menjadi Pegawai Bank

pegawai bank
Kelebihan menjadi pegawai bank (www.kitamuda.id)
  • Mendapatkan Gaji yang Tinggi

Sudah tidak dapat diragukan lagi jika seseorang bekerja di Bank tidak perlu memikirkan tentang perekonomian dirinya karena dengan bekerja di Bank sudah mendapat jaminan pasti mengenai kesejahteraan, kesehatan dan gaji terutama.

  • Jenjang Karir yang Pasti

Manajemen di Bank baik swasta maupun negeri sangat memperhatikan nilai dari Sumber Daya Manusia di dalamnya terutama para pegawai sehingga jika kamu bekerja di bank sangat mungkin sekali mendapatkan jenjang kariri yang pasti. Konon juga sering ada kenaikan gaji pegawai pada selang waktu tertentu sesuai kebijakan yang telah ditentukan.

  • Lifestyle di Masyarakat

Kamu sering melihat mereka yang bekerja dalam dunia perbankan selalu memiliki tampilan yang nencis atau keren selalu terlihat rapi dan bersih sehigga nampak elegan dan bijaksana. Begitulah pandangan masyarakat padamu jika kamu bekerja sebagai pegawai Bank.

  • Mudah Mendapatkan Jodoh

Penampilan pegawai bank yang bersih dan rapi membuat semua orang menyukai baik pria dan wanita yang bekerja sebagai pegawai bank tak perlu resah memikirkan pendamping hidup. Banyak pegawai bank yang menemukan jodoh mereka dengan cepat entah itu sesama pegawai atau yang lainnya.

  • Lowongan Terbuka Pada Semua Jurusan

Kebijakan pihak manajemen bank yang membuka kesempatan pada para lulusan semua jurusan membuat bank adalah tempat terbaik meniti karir, banyak para pegawai bank yang berasal dari jurusan berbeda yakni bukan dari akuntansi maupun perbankan.

Kekurangan Menjadi Pegawai Bank

Kekurangan menjadi pegawai bank (1.bp.blogspot.com)

  • Mendapat Tingkat Stressor yang Tinggi

Setiap pekerjaan pasti memiliki resiko tergantung dari orang tersebut menyikapi ini, bekerja di bank akan membuat tingkat stress kamu semakin tinggi dimana setiap hari harus menerima keluhan pelanggan, mencari solusi dan memberikan laporan pada atasan. Seakan adajam istirahat tapi pegawai bank terkadang tidak ada waktu untuk break istirahat.

  • Tekanan Pekerjaan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya beberapa masalah harus dihadapi setiap hari pegawai bank harus siap dengan tekanan pekerjaan yang dibebankan. Tipsnya adalah tak perlu terlalu memaksakan diri karena dapat mengganggu kesehatan.

  • Kompetisi yang Ketat

Kamu juga harus siap dengan kompetisi saat ingin bekerja di bank. Hal ini karena pihak Sumber Daya Manusia membuka lowongan besar-besaran bagi lulusan terbaik berpengalaman atau fresh graduate dan dari semua jurusan sehingga banyak sekali orang memasukan lamaran ke bank. Kamu harus berkompetisi dengan ribuan pelamar lainnya, ditambah sekarang lamaran dilakukan secara online.

  • Resiko Ganti Rugi Jika Melakukan Kesalahan

Pegawai bank juga harus mau mengganti rugi atau istilahnya tombok jika ada kesalahan menghitung jumlah uang. Bekerja di bank sudah menjadi resiko yang paling besar untuk berhubungan dengan uang dan uang sedangkan manusia sering kali melakukan kesalahan atau human error.

Nah, setelah mengetahui apa kelebihan dan kekurangan bekerja sebagai pegawai bank masihkah kamu ingin menitikarir di bank. Ingat, apapun pekerjaan pasti memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung bagaimana kita bersikap.

Tips Sukses SNMPTN Undangan, 99% Dijamin Lulus

Tips Sukses SNMPTN Undangan – Mungkin postingan kali ini lebih spesifik kepada calon pendaftar SNMPTN Undangan.. Tapi bukan berarti yang lain gak boleh baca… kan intinya berbagi… ^^
Pertama ni ya, SNMPTN Undangan adalah sebuah seleksi nasional bagi siswa lulusan SMA/sederajat yang ingin masuk di Perguruan Tinggi Negri tanpa Tes Tertulis ingat! tanpa tes tertulis.. kadang masih ada yang salah persepsi bro.. banyak yang menyangka, Undangan yang dimaksud ya kaya Undangan nikahan, dapet terus masuk ke Resepsinya,..(capek dah)..

Seleksinya tetep ada, tp seleksi nilai raport dr semester 3,4 dan 5..dan juga dari piagam2 penghargaan minimal tingkat Kabupaten/kota..pasalnya, mungkin ada yang nilainya bagus, tetapi dianya tidak aktif, nha definisi dari Pinter itu kan harus semuanya…gak cuma raportnya, aktifnya juga, prestasi lain juga…. 😀
Buat yang pemikiranya sama kaya ane( Keluarga yang apa adanya, bukan apa-apa ada, tp pingin kuliah apalagi Kedokteran), jangan bersedih hati.. ikut aja program beasiswa BIDIKMISI . Itu gratis biaya pendaftaran, uang Pembangunan, uang kuliah, dan uang2 lain selama 4 tahun masa kuliah. selain itu, dapet juga biaya hidup sebesar 600 ribu perbulan.. gak cuma lumayan, tapi sangat bermanfaat..

Oke dah,,, rasanya gambaran umumnya udah pada tau ya,,,sekarang ane mau share buat temen2, mba’/mas broo, pak/bu’ brooo..hehehe pokoknya bro-wan and bro-wati semua…
Walaupun rencananya tahun 2013 nanti gak ada Ujian Tertulis SNMPTN, jadi kuota Undangan bekal naik, rasanya tips berikut masih bisa dilakukan…ini dari pengalaman ane disini dan juga kakak kelas ane…cekibrot=

karena seleksinya seleksi raport, maka bagi temen2 yg masih kelas 10, maksimalkan di kelas 11 dan 12..bagi yang kelas 11, tetap tancap gas sampe kelas 12..
Selain nilai raport, ada piagam2 juga, bagi yang udah punya, simpen baik2, bagi yang belum, cari dong.. bisa dari Lomba akademik maupun non akademik, bisa juga piagam kegiatan tapi yang agak prestis, ex; ketua Osis
Oke! bekal utama udah sip.. beres.. anggap kamu masuk kriteria(kalo tahun saya, semester 3, 4, 5 harus masuk 50%terbaik..jadi misal smt 3 rank 1, tp smt 4 malah ranknya lepas dr 50%terbaik, ya gak bisa juga.. tapi, tiap tahun bisa beda2)
Ini ni yng paling penting.. sekali lagi Don’t Look the Book just from the cover..apa kaitanya?– Pay attention!! jangan milih berdasar Univnya, tapi Jurusanya… jangan bangga kuliah di U#M kalo akhir2nya bingung mau kemana.. mending kuliah di Univ yang biasa saja, tapi dengan jurusan dengan prospek kerjanya bagus..so, think what you will be…
bagi yang nilai raportnya fantastis(9,0 keatas) dan memiliki piagam2 waw mungkin udah gak mikir2 lagi mau daftar mana…tapi, bagi yang nilainya gak fantastis(9,0 kebawah) dan piagamnya biasa saja atau bahkan gak punya, strategi itu yang utama…
a. Pilih jurusan sesuai cita2 anda.. jangan terpengaruh ejekan atau kata orang kalo Univ ini jelek, tp lihat prospek kerjanya..ingat! Don’t judge the book, just from the cover…
b. Pilih jurusan di suatu Univ yg sesuai dengan nilai raport, misal nilai 7,00 ya jangan daftar FK UI..
c. Sharing sama temen2, karena entah bener apa nggak, kalo ada dua siswa atau lebih dari sekolah yang sama mendaftar di Univ dan jurusan yang sama, maka yang diterima hanya satu..angkatan ane juga kaya gt broo..jadi jangan sampe ke dobel, kakak kelas ane lebih miris, ada 3 anak yang daftar di FK UI, dan yang diterima cuma 1, padahal ya prestasinya kaya sama aja…kan sayang tu,,
yang jelas, anda mendaftar untuk diterima, bukan untuk tidak diterima, jadi positive thinking aja…
d. Berdo’a.. dan jangan terpaku sama jalur Undangan ini.. coba cari2 info masuk PT yang pas…
e. Restu Ortu jangan Lupa..
f. Bagi yang Islam, ibadah dan ngaji alQuran ditekunin.. gak percaya? ane udah coba bro.. buat yang Non Muslim, ibadah menurut keyakinan juga ditekunin.. Faktor X pasti ada…
Nah, itu tips dari ane,…. yang jelas, ane pingin adek2 kelas ane se Indonesia raya bisa menikmati pendidikan yang berkualitas… Hidup Rakyat Indonesiaa!!!

60 Tips Menyelesaikan Skripsi untuk Mahasiswa

Jika Anda bukan mahasiswa kebanyakan, mungkin tulisan ini tidak banyak manfaatnya. Meski demikian, bukan berarti Anda tidak boleh membacanya. Yang jelas, tips ini saya buat untuk dibaca dan dipahami oleh mahasiswa kebanyakan.

Sumber Gambar: afandi.web.id

Ini adalah tips untuk orang kebanyakan dari orang kebanyakan sehingga harapannya lebih mudah dimengerti 🙂 Tulisan ini adalah rangkuman twit saya dengan topik #TipsSkripsi sehingga mungkin ada penulisannya yang tidak sesuai EYD. Mohon dipahami dan silakan fokus pada isi dan pesannya.

  1. Saya ingat kata-kata Anies Baswedan “Skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai”. Tidak cukup kalau sekedar punya IDE skripsi yang hebat 🙂
  2. Pada akhirnya, skripsi adalah sebuah buku yang terjilid rapi. Ide-ide hebat itu penting tapi skripsi adalah soal menulis.
  3. Cara terbaik menemukan topik skripsi adalah dengan membaca skripsi/penelitian yang sudah ada sebelumnya.
  4. Sejak semester awal, baca skripsi kakak kelas. Jangan bingung kalau tidak paham semuanya. Wajar. Setidaknya jadi terbiasa
  5. Sebaiknya punya satu buku (atau file) yang isinya rangkuman skripsi yang sdh dibaca dari awal sehingga terdokumentasi
  6. Buku itu berisi: judul, penulis, tahun, dan deskripsi singkat isi skripsi. Bisa buat dalam tabel seperti ini. Seminggu 1 skripsi.
  7. Menjelang skripsi, kamu sudah akan punya bayangan tema besar skripsi yang diminati. Bacalah skripsi yang satu tema.
  8. Dengan membaca skripsi/penelitian itu kamu akan tahu apa yang sudah dilakukan orang lain dan apa yang belum dilakukan.
  9. Dengan membaca jadi tahu apa yang sudah ada sehingga tahu apa yang belum ada (celah/gap) lalu bisa isi celah itu dengan usulan penelitian.
  10. Tanpa pernah membaca penelitian lain, mustahil kamu bisa usulkan “ini adalah topik yang baru dan belum pernah dilakukan”
  11. Ingat “kita tidak tahu ke mana harus melangkah jika kita lupa dari mana kita berasal” skripsi juga begitu 🙂
  12. Selain mencari sendiri, topik skripsi juga bisa diberikan oleh dosen. Ini lebih mudah tapi juga tidak gampang.
  13. Kalau mau cari topik dari dosen, dekati dan amati dosen yang bidangnya kamu minati. Proaktiflah. Tanya pd beliau.
  14. Kalau topik dari dosen, tanya bahan bacaan agar bs bilang “sdh dilakukan penelitian a, b, c dll tapi topik z ini belum diteliti”
  15. Intinya dari manapun topik skripsi itu, HARUS bisa dijamin topik itu baru dengan menunjukkan topik-topik lain yang sdh ada.
  16. Tapi jangan khawatir berlebihan. Ini ‘cuma’ skripsi kok. Kamu tidak sedang nulis untuk menang hadiah Nobel. Santai aja 🙂
  17. Topik baru itu bukan berarti harus benar-benar belum pernah ada. Bisa saja itu pernah diteliti tapi kamu lihat dari sisi lain.
  18. Kalau ada skripsi lain tentang sesuatu yang kamu suka, bisa saja topik kamu sama tapi pendekatan/data/aplikasi beda 🙂
  19. Kamu bilang “sdh dilakukan penelitian sejenis bla bla bla tapi penelitian ini akan gunakan pendekatan/data/aplikasi beda”
  20. Bisa saja skripsi kamu menguji temuan dalam skripsi sebelumnya jika diterapkan di kawasan lain atau dengan data berbeda.
  21. Biasanya di setiap universitas ada petunjuk skripsi termasuk templatenya. Gunakan itu untuk proposal dan skripsi
  22. Kalau tidak ada petunjuk, ikuti pola/struktur skripsi/proposal kakak kelas. Yang ditiru polanya, bukan isinya
  23. Dalam membuat proposal, pastikan ada fakta dan fenomena yang diamati lalu penelitian-penelitian yang sdh ada dan apa yang belum ada
  24. Selanjutnya sampaikan “dengan memperhatikan fakta, fenomena dan penelitian lain, maka diusulkan topik X dalam skripsi ini”
  25. Proposal peneliti harus tunjukkan bahwa dia paham apa yang sdh ada, tahu apa yang belum ada lalu idenya mengisi yang belum ada itu
  26. Tunjukkan Bagaimana caranya mengisi yang belum ada itu (metodologi), dengan apa? (Bahan/data/alat)
  27. Lalu apa hasil yang diharapkan dari proses itu dan apa manfaatnya. Pastikan ini juga disampaikan saat presentasi proposal
  28. Tips saat presentasi proposal skripsi pernah dikultwitkan oleh @geodesiugm dalam tagar #SemPro. Silakan simak 🙂
  29. Dalam membuat skripsi, kerjasama dengan dosen sangat penting. Kenali dosen kamu. Beda dosen beda perilaku. Perhatikan!
  30. Idealnya dosen harus jadi motivator dan inspirator. Dosen belum tentu paham semua hal secara teknis. Sadarilah 🙂
  31. Jangan harap dosen selesaikan semua masalahmu. Tugasnya bukan itu tapi memberi arahan saja.
  32. Pastikan hubungan dekat dengan dosen. Kadang dosen tidak menyenangkan tapi menghindari dosen adalah awal kegagalan skripsi.
  33. Sebaliknya, dosen harus mampu menjadi menjaga semangat mahasiswa, tidak justru mematikannya dengan komentar negatif.
  34. Akan ada masa-masa suram dalam skripsi. Tips saya, jangan hindari dosen, Seberapapun seremnya. Dia pasti ingin kamu lulus.
  35. Sadarilah tidak ada yang bisa selesaikan semua hal sendiri. Jangan sungkan bertanya pada teman atau siapapun.
  36. Saat skripsi, saya tanya pada dosen jurusan lain, tanya pd teman fakultas lain, kursus singkat juga. Tempuh semua cara baik.
  37. Ingat, betapapun ‘jahat’ kesannya. Pembimbing adalah temanmu, bukan musuh. Dia ada untuk meluluskanmu. Hadapi!!!
  38. Saat masa suram, paksakan diri untuk tetap ke kampus. Di sana ada aura positif untuk membangkitkanmu kembali.
  39. Saat masa suram, berdiam diri di kos sambil main game memang nyaman tapi itu hanya memperbesar rasa bersalah.
  40. Inti dari keluar dari masa suram adalah tega pada diri sendiri untuk membuatnya ‘menderita’ dan ‘tidak nyaman’
  41. Skripsi adalah sebuah cerita. Belajarlah menulis sesuatu yang mengalir. Belum bisa? Banyak membaca dan latihan
  42. Ngetwit dan bikin status FB itu bagus tapi kalau hanya mengandalkan itu, kamu tidak akan terlatih bercerita panjang
  43. Kamu terbiasa dengan potongan-potongan info pendek dan kepribadianmu telah terbentuk demikian tapi skripsi adalah cerita panjang
  44. Suka tidak suka, skripsi bukan twit, bukan status FB yang berupa pecahan info random. Sadari dan latihlah dari sekarang
  45. Menulis blog adalah salah satu sarana berlatih menulis panjang yang runut dan lengkap untuk latihan skripsi
  46. Meski panjang, skripsi bisa dipecah-pecah jadi bagian pendek sehingga kamu tidak gentar duluan dalam menulis
  47. Bagaimana cara makan seekor sapi? Potong jadi bagian-bagian kecil 🙂 skripsi yang tebal juga begitu. Pecah jadi bagian-bagian kecil.
  48. Penting sekali membuat kerangka skripsi yang lengkap dan detil sehingga kamu bisa kerjakan sediki demi sedikit.
  49. Pada akhirnya, skripsi adalah hasil kerja keras. Skripsi untuk yang tekun/rajin, bukan yang pintar/genius.
  50. Saat cari ide, kecerdasan dan kreativitas memang penting tapi saat menyelesaikan skripsi kamu harus rajin dan tekun.
  51. Kadang kamu pilih pembimbing karena dia hebat di bidangnya. Sadarilah, orang hebat itu sibuk karena dibutuhkan di mana-mana.
  52. Tugas dosen: ngajar, meneliti, pengabdian pd masyarakat. Kamu bukan satu-satunya yang diurusin. Buatlah kesepakatan kerja!
  53. Tidak semua dosen adalah manajer yang baik. Saya mungkin termasuk salah satu yang tidak baik. Kamu harus bantu agar skripsi lancar.
  54. Misal bantu dosen bisa ngoreksi skripsi dengan cepat dengan menunjukkan bagian-bagian yang perlu dikoreksi dan bagian yang sudah.
  55. Kalau ada koreksi berupa tulis tangan, simpan dengan baik jangan sampai hilang. Saat nyerahkan koreksian kamu juga harus ada arsip.
  56. Memang ngeselin tapi ada kok kejadian dosen menghilangkan draft skripsi mahasiawanya 😦 Antisipasi dengan arsip yang bagus.
  57. Dosen juga manusia yang bisa teledor. Sayangnya, kalau ada kejadian, lebih sering mahasiswa yang jadi repot. Makanya antisipasi ya.
  58. Lakukan pertemuan rutin meskipun kemajuan tidak ada. Ini penting untuk memotivasi tetap kerja. Daripada malu, ya nggak? 🙂
  59. Sekali lagi ingat, skripsi adalah tulisan, bukan hanya model, bukan hanya ide-ide cemerlang, bukan hanya penemuan yang menggemparkan.
  60. Mengutip lagi Mas @aniesbaswedan “Skripsi yang baik adalah yang selesai”. Semoga ini bermanfaat. Terima kasih

Referensi: Made Andi

6 Langkah Strategi Masuk Kuliah yang Harus Diketahui Anak SMA

tipe mahasiswa menurut dosen

Pada awal tahun, biasanya banyak siswa kelas 12 & alumni SMA/sederajat yang mulai berpikir untuk masuk kuliah. Bagi mereka yang udah ngebet banget untuk masuk kuliah, segala upaya akan dilakukan untuk mencapai tujuan tsb. Tapi dalam upaya mencapai tujuan ini, para calon mahasiswa ini seringkali dihadapkan dengan berbagai macam pertanyaan yang membingungkan, contohnya seperti:

  • Saya cocoknya berkuliah di jurusan apa?
  • Universitas yang bagus di Indonesia ada apa saja sih?
  • Ada apa aja sih jalur penerimaan masuk mahasiswa di Indonesia?
  • Sebaiknya cara masuk universitas A itu lewat jalur seleksi apa ya?
  • Bagaimana taktik menentukan urutan pemilihan jurusan ketika daftar SNMPTN/SBMPTN?
  • Apa saja indikator dalam menentukan urutan prodi dalam pendaftaran SNMPTN/SBMPTN?
  • Apakah passing grade itu adalah tolak ukur yang akurat untuk memprediksi persaingan calon mahasiswa?

… dan masih banyak pertanyaan lain yang biasanya membingungkan bagi para calon mahasiswa. Tidak jarang banyak peserta seleksi masuk universitas yang gagal, hanya karena kurang informasi. Oke intinya sih, semua pertanyaan di atas akan gua jawab dalam tulisan ini. Jadi bagi lo yang mau masuk kuliah, harap disimak baik-baik tulisan ini karena isinya penting banget.

Buat lo yang lebih memilih untuk membaca, daripada nonton video, lo bisa lanjutin baca artikel ini. Pada intinya isinya sama aja kok. Oke pada artikel ini, gua secara khusus akan membahas seluruh tahap-tahap atau langkah-langkah strategis untuk masuk universitas. Secara umum, gua membagi menjadi 6 langkah:

  1. Langkah 1: Tentukan BIDANG ILMU yang ingin kamu tekuni
  2. Langkah 2: Tentukan beberapa PROGRAM STUDI yang mendukung bidang ilmu yang kamu pilih
  3. Langkah 3: Cari tau PERGURUAN TINGGI yang menawarkan program studi tersebut
  4. Langkah 4: Tentukan JALUR SELEKSI yang akan ditempuh untuk masuk universitas
  5. Langkah 5: Petakan TINGKAT PERSAINGAN dari alternatif prodi yang diminati
  6. Langkah 6: Optimalkan Peluang Penerimaan di setiap jalur seleksi

Dengan menerapkan 6 langkah yang gua bahas di sini, gua harap lo akan punya perencanaan dan strategi yang lebih matang untuk mengoptimalkan peluang lo untuk bisa masuk kuliah. Kita mulai dengan langkah pertama:

Taking decisions for the future man standing with three direction arrow choices, left, right or move forward

Langkah 1: Tentukan BIDANG ILMU yang ingin kamu tekuni

Ini adalah langkah pertama yang penting banget. Sekali langkah awal udah salah, berantakan sudah langkah-langkah berikutnya. Ada beberapa kesalahan umum yang dilakukan calon mahasiswa dalam menentukan langkah pertamanya ini, berikut di antaranya:

  • Jangan belum apa-apa langsung menentukan jurusan apalagi universitas idaman. Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah, menentukan BIDANG ILMU yang ingin kamu tekuni dulu. Jika itu sudah mantap, baru kemudian kita lihat jurusan/universitas yang bisa mendukung ambisi lo untuk mendalami bidang ilmu tersebut.
  • Jangan menyamakan bidang ilmu dengan pelajaran di sekolah. Bidang ilmu itu luas banget, jauh lebih luas daripada 13 mata pelajaran yang kamu pelajari di sekolah. Contohnya bidang ilmu politik, bidang ilmu hukum, bidang ilmu agrikultur, bidang ilmu medis, bidang ilmu penerbangan, bidang pengolahan energi, dsb.
  • Jangan menyerahkan keputusan ini kepada orangtua atau guru kamu. Keputusan kamu menentukan bidang ilmu yang ingin kamu tekuni, akan jadi komitmen kamu seumur hidup. Bukan komitmen guru kamu, bukan komitmen orangtua kamu. Kamu yang akan menjalaninya, kamu yang menghadapi segala konsekuensinya. Mereka yang berkuliah di jurusan pilihan orang lain, sebagian besar bernasib salah jurusan dan akhirnya drop out kuliah karena merasa jenuh dan tertekan dalam belajar.
  • Jangan memilih bidang hanya berdasarkan alasan finansial prospek kerja. Karena jika alasan kamu hanya sekadar prospek kerja, tapi tidak dibarengi keinginan kuat untuk mendalami ilmunya. Biasanya ujung-ujungnya kuliahnya juga ga akan maksimal. Percuma juga kuliah di jurusan dengan prospek kerja bagus tapi kalau prestasi akademisnya juga amburadul.

Terus gimana dong cara menentukan bidang ilmu yang ingin ditekuni? Prinsipnya adalah:

“Pilih bidang yang membuat lo TERTANTANG. Pilih bidang yang bikin lo penasaran sampai lo rela buat ngulik itu siang-malem tanpa kenal waktu biar gak dibayar sekalipun. Pilih bidang yang tanpa disuruh pun lo curi-curi waktu buat belajar sendiri, atau tanpa sadar suka cari-cari info di internet atau lewat google.. Pilih jurusan yang memicu ‘sense of wonder‘ dalam diri lo. Pilih jurusan yang bener-bener akan jadi muara ilmu pengetahuan yang ingin lo tekuni sampai akhir hayat lo…”

Coba deh lo explore bidang apa yang membuat lo merasa tertantang, apa bidang yang membuat lo penasaran, bidang yang memicu ‘sense of wonder’, serta membuat lo gemas ingin mendalami hal itu sampai jadi seorang expert dalam bidangnya. Apapun pilihanmu, coba renungkan dulu baik-baik. Apapun jurusan kuliah yang lo pilih, akan ada konsekuensinya masing-masing. Pastikan bahwa lo mengetahui konsekuensi seperti apa yang akan lo hadapi, dan lo memilih untuk siap menjalani konsekuensi itu karena memang lo berambisi untuk menekuni ilmu tersebut.

PS. Untuk kamu yang ingin membaca lebih detail tentang langkah pertama ini, kamu bisa baca pada tulisan “SERIOUS WARNING: Jangan Sampai Lo Salah Milih Jurusan!”

 

Langkah 2: Tentukan beberapa PROGRAM STUDI yang mendukung bidang ilmu yang kamu pilih

Banyak calon mahasiswa yang belum apa-apa sudah menentukan universitasnya dulu, baru setelah itu berpikir mau masuk jurusan apa di universitas tersebut. Tolong jangan dibalik langkah pertama dan langkah kedua. Setelah lo menentukan bidang ilmu yang ingin lo tekuni, baru langkah berikutnya adalah menentukan jurusan & universitas yang akan menjadi tempat lo dalam menekuni bidang tersebut.

Sampai di sini, akan jauh lebih mudah jika gua bahas dengan contoh. Katakanlah, bidang ilmu yang mau lo tekuni adalah bidang dunia medis. Artinya, lo punya beberapa alternatif jurusan yang relevan dengan dunia medis, misalnya :

  • Pendidikan Kedokteran
  • Pendidikan Farmasi
  • Ilmu Biokimia
  • Teknik Biomedis / Biomedical Engineering
illustrasi ragam profesi di bidang medis

Nah, itu adalah 4 contoh jurusan yang mendukung bidang dunia medis. Jadi dunia medis bukan hanya identik dengan menjadi dokter saja ya. Seorang programmer juga bisa berkontribusi dalam bidang dunia medis, misalnya dalam pembuatan sistem yang bisa menganalisis perkembangan penyakit tertentu secara digital. Intinya sih, terlepas dari apapun bidang ilmu yang ingin lo tekuni, katakanlah bidang hukum, politik, ekonomi, pendidikan, penerbangan, otomotif, atau apapun juga… coba lo cari tau tentang jurusan-jurusan kuliah yang kira-kira relevan dengan bidang tersebut.

 

Langkah 3: Cari tau PERGURUAN TINGGI yang menawarkan program studi tersebut

Setelah, lo menentukan jurusan-jurusan kuliah tersebut, baru kemudian lo coba cari tau universitas-universitas mana saja yang menawarkan jurusan tersebut. Biar lebih gampang dibayangkan, gua beri contoh dalam bidang medis seperti di atas:

  1. Fakultas Kedokteran – Universitas Indonesia
  2. Fakultas Kedokteran – Universitas Padjajaran
  3. Fakultas Kedokteran – Universitas Gadjah Mada
  4. Fakultas Kedokteran – Universitas Brawijaya
  5. Fakultas Kedokteran – Universitas Airlangga
  6. Teknik Biomedis – Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  7. Fakultas Farmasi – Universitas Indonesia
  8. Fakultas Farmasi – Universitas Gadjah Mada
  9. Fakultas Farmasi – Universitas Padjajaran
  10. FMIPA Biokimia – Institut Pertanian Bogor

Nah, itu kira-kira contoh beberapa kandidat jurusan-universitas (selanjutnya kita sebut dengan istilah PRODI) yang relevan dengan dunia medis. Lo bisa terapkan juga cara yang sama sesuai dengan bidang ilmu yang lo minati. Beberapa tips dari gua untuk menentukan prodi yang sesuai dengan bidang lo:

  • Search di google “fakultas (misalnya: farmasi) terbaik di Indonesia”, kemudian lo bisa lihat beberapa yang menarik buat lo.
  • Cari tau lebih mendalam dunia perkuliahan di universitas yang lo incar dengan melihat curhatan kakak-kakak angkatan lo di berbagai tulisan blog. Percaya deh, kalo lo serius ngulik, banyak banget curhatan kakak angkatan yang menceritakan lingkungan dunia kampus mereka.
  • Cari berita-berita tentang prodi yang lo minati. Berita yang lo dapatkan bisa jadi positif, atau negatif. Kalau misalnya beritanya seputar prestasi-prestasi para mahasiswanya menang lomba di kancah internasional, hasil penelitiannya membawa terobosan bagi dunia ilmu pengetahuan, dan prestasi-prestasi lainnya, itu bisa jadi pertanda baik buat lo. Tapi kalo beritanya seputar kasus bunuh diri mahasiswa karena stress kuliah, perkelahian antar mahasiswa (tawuran), kasus bullying yang dilakukan senior hingga mengakibatkan kematian, atau protes mahasiswa terhadap korupsi yang dilakukan dekan/rektor… Nah itu bisa jadi pertanda buruk bagi lo dan sekaligus bisa jadi bahan evaluasi untuk melirik alternatif lain.

Sampai di sini, gua harap lo kebayang ya maksud gua dalam menentukan beberapa kandidat prodi sebagai pilihan tempat lo berkuliah. Satu hal penting yang perlu gua tekankan di sini adalah, pastikan lo memilih beberapa alternatif prodi ini dengan pertimbangan yang matang. Jangan milih beberapa prodi secara ‘asal pilih’ doang supaya sekadar ada cadangan. Kenapa menurut gua hal ini penting? Karena dari pengalaman gua, sering banget ada siswa yang mengeluh

“Aduh gua cuma dapet pilihan 3 nih, rasanya kurang sreg deh sama jurusan ini. Apa ngulang tau depan aja kali ya?”

Nah, sebelum hal serupa di atas terjadi sama lo, gua ingetin dari sekarang. Pilihlah beberapa kandidat jurusan itu dengan pertimbangan yang matang, supaya ga ada alesan “cuma dapet pilihan ketiga” seperti di atas. Pastikan seluruh option lo itu emang udah lo evaluasi secara seksama, sehingga walaupun lo ‘cuma’ dapet pilihan ketiga, lo akan jalani kuliah itu dengan sepenuh hati.

 

Langkah 4: Tentukan JALUR SELEKSI yang akan ditempuh untuk masuk universitas

Oke, ada apa aja sih jalur seleksi untuk masuk universitas? Secara garis besar, jalur penerimaan calon mahasiswa di Indonesia, terbagi menjadi 4 jalur utama, yaitu:

A. Jalur SNMPTN

SNMPTN atau dulu biasa disebut jalur undangan / PMDK adalah jalur seleksi masuk universitas negeri tanpa tes seleksi. Jalur ini terbuka khusus bagi calon mahasiswa yang masih duduk di bangku kelas 12. Jadi bagi yang sudah alumni SMA/SMK/MA/sederajat, sudah tidak lagi bisa mendaftarkan diri melalui jalur seleksi SNMPTN.

Secara garis besar, para calon peserta SNMPTN cukup melalui serangkaian proses pendaftaran, verifikasi PDSS, submit nilai rapor semester 1-5 & bukti dokumen prestasi-prestasi lainnya (jika ada). Setelah itu, calon peserta tinggal menunggu nasib apakah dirinya lolos seleksi SNMPTN pada awal bulan Mei.

Lalu bagaimana hasil seleksi SNMPTN dari tahun-tahun sebelumnya? Berdasarkan data dari tahun 2013, rata-rata dari 760ribu peserta yang mendaftar, hanya sekitar 127ribu peserta yang lolos atau sekitar 17%. Artinya, sekitar 83% atau 633ribu peserta gagal lolos SNMPTN…!! Data penerimaan SNMPTN pada tahun-tahun sebelumnya bisa kamu lihat pada tabel di bawah ini:

snmptn

Ada satu hal penting yang perlu kamu perhatikan dalam jalur SNMPTN. Setiap tahun, setiap angkatan, selalu terjadi satu skenario kesalahan sama yang dilakukan ratusan ribu calon mahasiswa… Apaan tuh? Kesalahan masal dimana RATUSAN RIBU siswa kelas 12 yang ga mempersiapkan tes masuk universitas, karena entah terlalu pede atau  terlalu berharap sehingga hanya mengandalkan jalur SNMPTN saja. Ketika hasil seleksi SNMPTN diumumkan, dan sebagian besar (83%) pesertanya gagal, mereka siap ga siap harus terima kenyataan bahwa jalur seleksi masuk yang melalui tes ujian (SBMPTN) akan dilangsungkan hanya dalam selisih waktu 2-3 minggu saja. Apakah sempat belajar persiapan SBMPTN sebanyak itu dalam waktu sesingkat itu?

Satu pelajaran penting yang bisa kita ambil dari kesalahan kakak-kakak angkatan kamu adalah: Jangan terlalu berharap dan mengandalkan jalur SNMPTN! Hal ini juga berlaku bagi kamu yang sekolah di SMA favorit dengan prestasi akademis yang baik. Sudah terlalu banyak cerita dari siswa yang terlalu pede karena sekolah di SMA favorit dengan modal nilai yang memuaskan, tapi gagal lolos seleksi SNMPTN.

Bagi kamu yang ingin informasi selengkapnya seputar jalur seleksi SNMPTN, seperti persyaratan, cara daftar, jadwal penting, sistem seleksi, daya tampung, indikator seleksi, persentase/peluang lolos, dsb. Kamu bisa cek laman Zenius Info SNMPTN

B. Jalur SBMPTN

SBMPTN (sebelum tahun 2013 namanya SNMPTN), adalah jalur seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dengan sistem tes/ujian tertulis. Secara garis besar, terdapat 3 paket ujian SBMPTN, yaitu:

  1. TKPA (90 soal | 105 menit) = TPA, Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris
  2. TKD Saintek (60 soal | 105 menit) = Matematika Saintek, Fisika, Kimia, Biologi
  3. TKD Soshum (60 soal | 75 menit) = Ekonomi, Sejarah, Sosiologi, Geografi

Ketiga paket ujian ini akan disesuaikan dengan pilihan prodi kamu. Jika pilihan prodi kamu mensyaratkan paket ujian Soshum, berarti kamu harus mengikuti ujian TKPA & TKD Soshum. Biasanya prodi yang mensyaratkan paket ujian Soshum adalah prodi yang bernuansa IPS, seperti Ilmu Hukum, Ekonomi, Politik, Psikologi, dll.

Sebaliknya jika pilihan prodi kamu mensyaratkan paket ujian Saintek, berarti kamu harus mengikuti ujian TKPA & TKD Saintek. Biasanya prodi yang mensyaratkan paket ujian Saintek adalah prodi yang bernuansa IPA, seperti Teknik, MIPA, Informatika, Kedokteran, dll.

Kemudian jika dalam pemilihan prodi (misalnya pilihan 1 kamu Kedokteran UI, pilihan kedua Hukum UGM) kamu ada yang mensyaratkan paket ujian Soshum & Saintek (IPC Campuran), berarti kamu akan mengikuti paket Ujian TKPA, TKD Saintek, dan TKD Soshum. Perlu diperhatikan juga bahwa apapun paket ujiannya, kamu wajib menjalani tes ujian TKPA. Supaya lebih kebayang, berikut adalah rundown hari H SBMPTN:

rundown H SBMPTN

Nah, mungkin di antara lo ada yang penasaran gimana sih tingkat persaingan SBMPTN dalam skala nasional? Berikut adalah rekap data 4 tahun terakhir sejak tahun 2013:

sbmptn

Bisa kamu lihat bahwa tingkat persaingan jalur SBMPTN juga tidak kalah ketat dengan jalur SNMPTN. Dari data sejak tahun 2013, rata-rata peserta SBMPTN sebanyak 667ribu peserta, dimana jumlah yang lolos hanya 116ribu peserta atau sekitar 17.5% saja. Informasi selengkapnya tentang aturan, syarat, cara pendaftaran, dll… bisa kamu baca di artikel aturan lengkap SBMPTN

C. Jalur Ujian Mandiri (UM)

adalah jalur seleksi masuk universitas melalui tes/ujian yang diselenggarakan oleh masing-masing institusi/universitas bersangkutan. Masing-masing universitas, memiliki nama, jadwal, serta format soal yang berbeda. Berikut adalah nama beberapa ujian mandiri yang cukup dikenal:

  • Universitas Indonesia = Seleksi Masuk Universitas Indonesia (SIMAK UI)
  • PKN STAN = Ujian Saringan Masuk (USM) PKN STAN
  • Universitas Gadjah Mada = Seleksi Ujian Tulis (UTUL) UGM
  • Universitas Diponegoro = Seleksi Mandiri Masuk (SMM) Undip
  • Institut Pertanian Bogor = Ujian Talenta Masuk (UTM) IPB

… dan masih banyak nama-nama Ujian Mandiri lainnya, tergantung dengan istilah yang diberikan universitas masing-masing. Oleh karena itu, gua harap lo bisa lebih pro-aktif dalam mengorek informasi seputar Ujian Mandiri yang diselenggarakan oleh kandidat-kandidat universitas yang lo inginkan. Khususnya seputar jadwal pendaftaran, tes, deadline bayar uang kuliah, dan pengumuman hasil tes.

PS. Di zenius.net kamu bisa mendapatkan pembahasan soal-soal Ujian Mandiri tahun-tahun lalu, beberapa di antaranya adalah:

D. Jalur Ujian Masuk Bersama (UMB PT)

Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi (UMB PT) merupakan Ujian Mandiri yang dilaksanakan secara bersama-sama oleh beberapa Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta. Jadi secara pengertian mirip SBMPTN namun PTN yang mengikuti UMB PT lebih sedikit. Jika SBMPTN diikuti oleh sekitar 65 PTN, UMB PT diikuti oleh kurang lebih 15 PTN. Biasanya, UMB PT diselenggarakan pada akhir tahun ajaran, sekitar bulan Agustus. Jadi jalur tes ini bisa jadi jalur cadangan bagi kamu yang gagal di jalur seleksi yang lain. Materi Ujian terdiri dari:

  • Soal Penalaran Matermatika dan Bahasa terdiri dari: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris
  • Soal Penalaran Sains terdiri dari : Matematika Sains, Fisika, Kimia, Biologi
  • Soal Penalaran Ilmu Sosial terdiri dari : Ekonomi, Sejarah dan Geografi

Untuk keterangan lebih lanjut atau keterangan seleksi mandiri PTN lain, langsung aja tengok di website PTN masing-masing ya.

****

Oke itulah gambaran singkat dari keempat jalur penerimaan calon mahasiswa di Indonesia. Satu pesan penting yang gua harap lo ingat adalah: Jangan hanya mengandalkan 1-2 jalur seleksi masuk universitas, apalagi hanya mengandalkan jalur SNMPTN. Jumlah calon mahasiswa di Indonesia yang ingin berkuliah diprediksikan sekitar 800ribu – 1juta orang. Sementara jumlah bangku kuliah hanya sekitar 300ribu kursi. Artinya, ada persaingan ketat bagi para calon mahasiswa untuk bisa masuk bangku kuliah setiap tahunnya.

Saran singkat dari gue: Ikutilah jalur SNMPTN, tapi jangan terlalu diharapkan, anggap saja kalo lolos itu adalah BONUS hasil kerja keras lo dari kelas 10. Belajarlah untuk persiapan SBMPTN & UM dengan asumsi/anggapan bahwa lo ga akan diterima di jalur SNMPTN. Selain itu, jangan juga hanya mengandalkan jalur SBMPTN, pastikan juga lo mengikuti berbagai jalur seleksi mandiri (UM) di beberapa universitas. Karena secara umum, persaingan masuk jalur SBMPTN, relatif lebih ketat dibandingkan dengan persaingan masuk melalui jalur ujian mandiri. Gak jarang banyak murid zenius yang justru lebih berhasil di jalur Ujian Mandiri seperti SIMAK UI, UTUL UGM, USM, STAN, UM UNDIP, dll…

 

Langkah 5: Petakan TINGKAT PERSAINGAN dari alternatif prodi yang diminati

Oke setelah sebelumnya lo menentukan beberapa opsi kandidat prodi yang bisa jadi alternatif (langkah 2). Sekarang saatnya lo memetakan tingkat persaingan dari opsi-opsi yang sebelumnya lo tulis di atas. Eh tapi, cara menentukan tingkat persaingan berdasarkan apa nih? Beberapa di antara lo mungkin akan jawab berdasarkan passing grade, atau berdasarkan ‘gengsi’ dari universitas, atau bisa juga ada yang menjawab berdasarkan lokasi universitas yang paling dekat dengan rumah.

Singkatnya, langsung gua jawab aja ya: Indikator yang paling tepat dalam memetakan persaingan masuk untuk setiap prodi bukanlah dengan melihat passing grade, bukan juga dengan melihat gengsi atau akreditasi universitas, tapi berdasarkan RASIO PEMINAT BERBANDING DENGAN JUMLAH KURSI YANG TERSEDIA.

Mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa passing grade ga bisa jadi indikator yang tepat. Singkatnya sih, passing grade itu berguna untuk mengevaluasi try out, tapi kurang akurat untuk memprediksi tingkat persaingan dalam prodi tertentu. Misalnya passing grade SBMPTN Fakultas Hukum Universitas Padjajaran itu tahun lalu di angka 53, tapi pada tahun ini bisa jadi angka itu bergeser karena peminatnya menurun atau jumlah kursi bertambah.

Nah, sekarang gimana nih caranya melihat rasio jumlah peminat dengan daya tampung. Sedikit banyak, memang lo yang harus mau pro-aktif sendiri untuk mencari tau dari kandidat-kandidat prodi yang lo minati. Untuk mengetahui info jumlah peminat & daya tampung, sebetulnya semua informasi itu dibuka secara umum kok di website resmi SBMPTN. Hanya saja untuk saat ini (Januari 2017), panitia belum mengupdate informasinya. Gua akan kasih 2 contoh pemetaan berdasarkan jumlah peminat tahun 2015 & daya tampung 2016.

simulasi-daya-tampung

Sebagaimana lo bisa lihat sendiri, rasio peminat/kuota didapat dari persentase kuota (tahun berjalan) dibandingkan dengan jumlah peminat tahun lalu. Artinya, semakin kecil persentase, maka tingkat persaingan pada prodi tersebut semakin ketat. Dari data di atas, maka dapat disimpulkan bahwa persaingan masuk Farmasi UGM itu persaingannya sangat ketat, sementara untuk masuk FMIPA IPB relatif lebih longgar. Sementara untuk jurusan Ilmu Hukum UI relatif lebih ketat dibanding beberapa PTN lainnya. Sementara itu, Ilmu Hukum UB bisa dikatakan persaingan yang paling ringan dibandingkan alternatif prodi yang lain. Sampai di sini kira-kira jelas ya gimana memetakan tingkat persaingan untuk setiap prodi.

 

Langkah 6: Optimalkan Peluang Penerimaan di setiap jalur seleksi

Oke, kita sampai pada tahap terakhir. Pada tahap ini, gua asumsikan lo udah punya keputusan yang bulat terkait dengan :

  • Bidang ilmu yang ingin ditekuni (Langkah 1)
  • Beberapa alternatif prodi yang menjadi tujuan kuliah (Langkah 2 & 3)
  • Peta seberapa ketat persaingan dari masing-masing prodi yang menjadi target tujuan lo (Langkah 5)

Sekarang dengan modal 3 point di atas, pertanyaannya adalah :

Bagaimana strategi untuk plotting opsi-opsi prodi tsb agar kita dapat MEMAKSIMALKAN PELUANG PENERIMAAN pada seleksi SNMPTN, SBMPTN, dan UM?

SNMPTN

Pada prinsipnya kamu hanya memiliki 2 modal untuk menjadi bahan pertimbangan seleksi SNMPTN, 2 modal tersebut adalah adalah (1) nilai raport kamu semester 1-5 dan (2) indeks sekolah kamu masing-masing. Lebih detail mengenai tolak ukur 2 hal di atas tidak bisa diketahui secara pasti karena merupakan rahasia internal masing-masing PTN. Satu-satunya cara untuk memprediksikan adalah dengan melihat tren dari sejarah penerimaan SNMPTN di sekolah kamu pada beberapa angkatan di atas kamu.

Jika kamu melihat tren bahwa sekolah kamu langganan bisa masuk PTN A untuk prodi (misalnya) teknik Kimia. Maka, peluang kamu untuk bisa masuk prodi tsb pada PTN A relatif lebih besar daripada kamu daftar ke PTN lain, dimana sekolah asal kamu tidak pernah punya track record penerimaan sebelumnya.

Tips lain yang bisa gua share adalah, jika kamu tidak terlalu pede dengan nilai rapor atau index sekolah kamu, sebaiknya JANGAN mengisi pilihan 1 dengan prodi yang tingkat persaingannya tinggi, sementara pilihan 2 & 3 lo isi dengan prodi yang persaingannya relatif mudah. Kenapa jangan? karena berdasarkan survei yang dilakukan oleh tim Zenius, jumlah peserta yang diterima pada pilihan 2 & 3 relatif sangat sedikit dibandingkan penerimaan pada pilihan 1. Jadi praktisnya, jika kamu langsung menaruh PTN yang tingkat persaingannya relatif mudah LANGSUNG pada pilihan 1, kemungkinan kamu diterima akan lebih tinggi.

prioritas jurusan

Namun demikian, pada dasarnya seleksi SNMPTN ini memang jangan terlalu diharapkan, anggap saja jika diterima adalah BONUS. Apalagi jika kamu adalah siswa/siswi SMK atau MA, gua bahkan menyarankan lo tidak perlu terlalu memusingkan SNMPTN sama sekali. Karena berdasarkan survei beberapa tahun terakhir, jumlah penerimaan SNMPTN dari mereka yang sekolah asalnya SMK atau MA, tidak lebih dari 1% saja. Artinya 99% yang diterima berasal dari SMA. Lebih lanjut mengenai strategi memperbesar peluang penerimaan SNMPTN, bisa kamu baca artikel Gimana caranya memaksimalkan peluang di SNMPTN

SBMPTN

Oke, gua langsung aja ke tips menentukan jurusan pada seleksi SBMPTN, ada 2 tips utama yang sangat gua sarankan:

Tips 1: Prioritaskan universitas yang tidak memiliki opsi Ujian Mandiri

Perlu lo perhatikan juga, bahwa ada beberapa PTN yang tidak membuka jalur ujian mandiri, misalnya ITB, UNPAD, dll. Nah, jika dalam beberapa alternatif pilihan prodi lo adalah universitas yang tidak membuka jalur mandiri, berarti pastikan prodi tsb lo ambil di jalur SBMPTN!

Jangan sampai jadwal tes ujian mandirinya bentrok jadwalnya satu sama lain! Dalam konteks di atas, kemungkinan yang biasanya selalu bentrok jadwal tes ujiannya adalah UTUL UGM dan SIMAK UI. Jadi pada akhirnya lo harus memilih salah satu untuk diikuti Ujian Mandirinya, sementara 1 lagi masuk jadi pilihan di SBMPTN.

Tips 2: Prodi yang persaingannya ketat, sebaiknya ambil di Ujian Mandiri

Nah, terus gimana dong cara paling efektif untuk menentukan mana pilihan 1,2,3? Rumusnya adalah : Prodi yang tingkat persaingannya ketat, lebih baik dikejar di Ujian Mandiri, daripada di SBMPTN. Kenapa begitu? Karena berdasarkan pengalaman gua, tingkat persaingan di Ujian Mandiri relatif tidak seketat jalur SBMPTN.

Ujian Mandiri

Setelah kamu selesai plotting pilihan jurusan untuk SBMPTN, berarti sisanya kamu bisa mengikuti Ujian Mandiri: SIMAK UI, UM Undip, SPMB Mandiri Unsoed. Beberapa saran gua untuk mengikuti Ujian Mandiri:

  1. Jangan males ikut Ujian Mandiri! Banyak banget murid zenius tahun-tahun lalu yang akhirnya malah mendapat hasil yang lebih memuaskan di ujian mandiri daripada SNMPTN dan SBMPTN. So, jangan males untuk ikut ujian mandiri. Jika kamu ada waktu, ada kesempatan, jangan disia-siakan, peluang kamu masuk universitas ga akan dateng setiap hari, atau setiap minggu.
  2. Bikin timeline jadwal rundown beberapa ujian mandiri di kalender kamu, supaya kamu ga kelewat deadline penting. Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan adalah:
    • Jadwal buka pendaftaran
    • Deadline penutupan pendaftaran
    • Jadwal (+lokasi) tes ujian
    • Jadwal pengumuman hasil tes
    • Deadline batas akhir pembayaran uang kuliah

Pastikan kamu memiliki informasi yang akurat terhadap 5 point di atas untuk masing-masing proses seleksi mandiri yang kamu ikuti. Dengan memiliki jadwal rundown yang jelas serta perencanaan yang matang, tingkat peluang/kemungkinan kamu diterima masuk universitas akan jauh lebih besar daripada mereka yang maju bertanding tanpa melakukan perencanaan yang matang.

Sekian tips dan langkah-langkah strategis untuk masuk universitas dari gue. Semoga bermanfaat & membuat perencanaan lo lebih matang, khususnya untuk mengoptimalkan peluang lo untuk masuk kuliah tahun ini. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Referensi: Zenius