Bikinnya Diam-diam, Hasilnya Dibuang, Bayinya Jadi Rebutan Anjing. Gila!

Sungguh malang nasib orok yang baru dilahirkan dan dibuang orangtuanya ini. Bagaimana tidak, orok tanpa kepala dan masih menempel tali pusarnya ini jadi rebutan santapan anjing.

Peristiwa bermula ketika Windra terbangun mendengar anjingnya yang beranak ribut di luar. Tidak hanya itu, anak-anak anjingnya juga ikut ribut. Alangkah kagetnya dia ketika tahu ternyata anjing-anjing tersebut sedang berebut sosok mungil berupa orok tanpa kepala.

“Saya lihat anjing saya bertengkar di halaman rumah saya dengan anjing lain. Karena ribut, saya pukul anjing itu, kemudian saya lihat anjing saya bawa benda berbentuk kaki manusia. Saya lihat anak-anak anjing saya ternyata juga lagi berebut badan orok tapi tanpa kepala,” cerita Windra di hadapan petugas, di rumahnya Rabu (28/1) di Jembrana Bali.

Peristiwa ini langsung membuat geger warga di Kabupaten Jembrana, Bali. Entah dari mana datangnya, cepatnya informasi ini membuat halaman rumah Ketut Windra (60) di lingkungan Dewasana, Kelurahan Pendem, Jembrana, sesak dipenuhi warga yang ingin melihat lebih dekat jenis anjing milik Windra.

Kondisi orok itu saat ditemukan tanpa kepala. Sedangkan bagian pergelangan kaki kanan dan lengan kiri putus akibat dikoyak gigi anjing.

“Kebetulan pemilik rumah punya anjing beranak. Kemungkinan, induk anjing ini yang bawa orok tersebut untuk dikasih makan pada anak-anak,” ujar anggota Polres Jembrana di rumah Windra.

Dari hasil forensik RSUD Jembrana, tim medis menyebutkan bahwa orok tersebut baru dilahirkan sekitar dua hari sebelum ditemukan. Hal itu dilihat dari kekuatan tali pusar dan lebam kulit pada orok.

Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP I Gusti Made Sudarma Putra didampingi Kapolsek Kota Negara Kompol Made Prihenjagat di TKP mengatakan, bahwa saat ini sedang proses autopsi di RSUD Negara. Bahkan tim kami dapat laporan sudah ada hasilnya.

“Kami akan selidiki asal usul bayi atau orok ini, terutama kepalanya yang belum ditemukan,” Kata Sudarma Putra, serambi meyakinkan telah dilakukan pengambilan DNA dari mayat orok atau bayi tersebut.

Latest Comments

Leave a Reply