8 Alasan Kamu Harus Bersahabat dengan Mantan Kekasih

bersahabat dengan mantan pacar

Salah satu hal terburuk saat putus dengan kekasih adalah kita akan kehilangan orang yang selama ini sangat terikat kuat dengan kita. Terkadang kita habiskan semua waktu kita untuk semakin dekat dengannya, dan saat semua berakhir, rasanya akan sangat menyakitkan.

1. Anda menyukainya karena suatu alasan.

Ya, beberapa dari kita pasti setuju bahwa kita menyukainya karena suatu alasan. Namun apapun alasan itu.

Sebuah hubungan yang berakhir, tidak harus lantas membuat kita menyingkirkan semua kenangan  dan pengalaman yang kita alami saat masih bersama, meskipun pada awal perpisahan tersebut, rasanya amat sangat menyakitkan.

Bila mau, semua hal tersebut masih bisa kita rasakan, dengan rasa berbeda, meskipun dalam kapasitas seorang teman.

2.Dia mengerti selera humor anda.

Rasanya menyedihkan kehilangan seseorang yang akan selalu menerima semua candaan dan humor yang anda berikan. Karena tak semua orang bisa menerimanya. Terlebih sang mantan.

Terkadang dia jauh lebih mengerti rasa humor ini dibanding orang lain. Bukan sebuah alasan bukan untuk menyingkirkan hal tersebut, jika kita masih tetap bisa merasakannya, sebagai seorang sahabat ?

3.Dia mengetahui beberapa hal jelek tentang anda.

Terkadang saat berpisah, sang mantan masih mengingat hal-hal jelek tentang kita, sebut saja rahasia yang anda tak ingin orang lain ketahui.

Ada baiknya kita menjalin hubungan baik dengannya sebagai seorang sahabat. Bukan bermaksud agar dia tutup mulut. Tidak.

Hal ini semata agar kita bisa saling meyakinkan bahwa hal tersebut adalah bagian dari masa lalu saat masih bersama, dan alangkah baiknya jika cukup kita dan dia saja yang tahu.

4.Kita tak perlu kehilangan keakraban dengan keluarganya meski sudah jadi sahabat.

Terkadang, selama menjalin hubungan dengan dia, kita juga turut menjalin hubungan baik lainnya, baik itu kepada keluarga, saudara, ataupun teman-temannya.

Dan semua hal itu bisa saja hilang, malah akan menjadi boomerang bagi kita sendiri, bila akhirnya hubungan kita malah diakhiri dengan cara yang buruk.

Meski tetap masih berteman, kita masih bisa menjalin komunikasi dan tali silaturahmi yang baik dengan siapapun disekitarnya, yang sudah kita kenal jauh, saat masih bersama dengannya.

5.Dia akan jadi pemberi nasehat yang baik.

Karena mengenal kamu dalam jangka waktu yang lama, ia pun mengerti dan memahami kamu dengan baik. Ketika kamu mengalami kesulitan, ia akan menjadi pemberi nasehat yang baik.

6.Kenangan yang dimiliki saat masih bersama.

Kenangan terkadang menjadi alasan mengapa sebuah perpisahan akan sangat menyakitkan. Kita akan sangat merindukan masa-masa indah saat masih bersama.

Namun, dengan menjadi sahabat pun, kita masih bisa bercerita dengan sang mantan, sembari membahas semua kenangan masa lalu.

Karena, bila kenangan itu baik, tentunya akan memotivasi kita untuk menjalin hubungan baru yang lebih baik lagi.

Dan bila itu kenangan buruk, akan menjadi cermin bagi kita untuk tak melakukan kesalahan yang sama, di hubungan yang baru kelak.

7.Saling membantu satu sama lain.

Tak enak bukan punya musuh ? Ketimbang menjadikan mantan kita musuh, kenapa tidak mencoba menjadikannya bagian dari orang-orang baik di dalam hidup anda ? Tidak ada salahnya.

Malah, dengan menjadi sahabat, kita bisa saling mengkoreksi kesalahan satu sama lain, ketimbang menyimpan dendam dan menjadi musuh. Menjadi musuh hanya akan mendatangkan kesusahan.

8.Tak perlu lagi dilema tengah malam.

Tak ada salahnya tetap disimpan. Sebagai bagian dari kenang-kenangan yang tak perlu dikubur, bila kita mengakhirinya dengan baik.

Leave a Reply