60 Alasan Kenapa Dosen Sesekali Perlu ‘Digampar’

dosen ditampar mahasiswa

Mungkin Anda merasa aneh dengan judul diatas. Namun sebagai mahasiswa kadang ada perasaan yang bikin saya rasanya pengen gampar dosen. Sebenarnya itu cuma kiasan. Toh kata orang jaman dulu, tak boleh marah sama orang yang punya ilmu.

Lebih tepat kalau disebut kritik membangun terutama bagi dosen yang suka PHP, banyak kegiatan di luar kampus, dll. Penggunaan bahasa sarkastik itu agar lebih dipahami maksudnya karena mahasiswa juga butuh dosen bukan hanya sebagai pengajar tapi juga sosok yang layak ditiru dan digugu.

Karena itu, peran dosenlah yang membuat mahasiswa itu layak digampar atau tidak. Karena terkadang letak kesalahan ada pada dosen juga. Jadi bagi Anda para dosen yang membaca ini, bolehlah tulisan ini dianggap sebagai kritik. Tak perlu marah ataupun kesal, anggap sebagai masukan untuk menjadi lebih baik.

Tulisan ini sebenarnya merupakan tulisan dari salah seorang dosen Universitas Gadjah Mada (UGM), Bpk Made Andi. Namun saya rasa ada perlunya juga para dosen di Unsri baca ini.

Karena itu, sekali lagi bila ada bapak/ibu dosen yang merasa terusik kami mengucapkan mohon maaf sebesar-besarnya. Karema kami tahu bahwa menjadi pendidik adalah tugas yang sangat mulia dan sungguh tidak gampang. Namun ada baiknya untuk tetap belajar karena kebenaran yang hakiki hanyalah milik Tuhan semata.

Berharap bisa berbenah. Hasil pendidikan tanggung jawab kita, bukan cuma dosen, bukan hanya mahasiswa. Tanpa kerjasama dan komunikasi yang baik, tidak akan ada hasil yang baik. Semoga kita tidak betah dalam suasana saling menuduh dan berburuk sangka. Meminjam istilah paman Malcolm Forbes, tujuan utama pendidikan adalah mengganti kepala yang kosong dengan kepala yang terbuka. Jadi, tujuan pendidikan bukan memintarkan tetapi membuat orang terbuka dengan berbagai gagasan. Mari menjadi terbuka, dengan gamparan kiri kanan 😀


60 Alasan Kenapa Dosen Layak “Digampar” Mahasiswa

  1. Bikin kontrak dengan mahasiswa tentang dispensasi keterlambatan, tapi sendirinya sering terlambat melebihi batas kontrak.
  2. Ada dosen tiap kali mahasiswa bertanya kok bisa seperti itu, Pak atau tanya sesuatu, malah dijawab “sudah begitu di pustaka”. Malas nanya deh 😦
  3. Dosen itu mau menilai mahasiswa, tapi gak mau dinilai balik. Apalagi kadang susah ditemui dan sok sibuk.
  4. Banyak dosen gak niat bikin materi power point. Slide cuma paragraf hasil copas dan background putih polos. Bikin ga’ semangat mengikuti kuliah.
  5. Disuruh naruh naskah di meja, dibawa 1 bulan, eh ternyata gak dibaca sama sekali. Dihubungi, tapi gak pernah direspon.
  6. Ada dosen yang kalau pas ujian, jawabannya harus benar-bnenar persis dengan materi yang diberi dosen. Mahasiswa dituntut hapal, bukan paham.
  7. Masih ada dosen yang kurang profesional dalam mendidik mahasiswa. Dari segi waktu tidak pernah on time, bahkan dalam penilaian cenderung subjektif.
  8. Dosen dengan kemampuan lapangan, lebih bisa ngasih motivasi daripada dosen yang hanya bermodal teori.
  9. Kini sok kuasa sama mahasiswa. Ngga sadar, 7 tahun lagi situasi bisa berubah. Biasa aja Pak/Bu!
  10. Sekarang sering gak jelas ketika ditunggu untuk bimbingan. Awas nanti kalau mau ke kantorku 10 tahun lagi, aku kasih satpam yang nemenin.
  11. Dosen yang terlalu idealis tapi gk melihat kemampuan mahasiswa yang berbeda2. Dosen yang maunya dipahami tanpa mau memahami.
  12. Kalau sudah bikin kontrak yang sudah disepakati bersama mahasiswa (ttg materi & penilaian) harusnya juga ditaati bareng. Dosen ga’ bisa membatalkan secara sepihak. Last minute lagi!
  13. Tugas bener semua, bahkan dikasih komen ‘excellent’, tapi tetep dapat 7! No feedback = why bother? Mendingan ga ada tugas sekalian kalau kayak gitu… daripada kasih nilainya random aja.
  14. Katanya, “kurang baik apa saya, kalau kalian telat juga gak saya pisuhin kan”. Tapi dia sebutin pisuhan-pisahannya di depan kelas 😦
  15. Katanya disuruh complain kalau salah, giliran dicomplain malah dipanggil, diinterogasi.
  16. Mahasiswa hanya bisa menerima kritikan, baik atau pedas. Asal jangan sampai mematikan ide & semangat muda mahasiswanya.
  17. Yah gak beda jugalah sama mahasiswa. Antar dosenpun kadang ada gap-gapan. Asal gak saling menjatuhkan, gak apa-apa sih sbenernya.
  18. Akhirnya respect murid akan terlihat seiring waktu, karena masih butuh atau murni dari dalam hati (short vs long term)
  19. Di SMS bimbingan mahasiswi langsung berbalas. DiSMS bimbingan mahasiswa jarang berbalas.
  20. Beda dosen jebolan LN atau bukan terlihat jelas dari caranya “melayani” mahasiswanya. Yang satu memfasilitasi, satunya lagi membatasi. WHY? Ndeso!
  21. Dosen bisa seenaknya gonta ganti jadwal kuliah 😂
  22. Dear dosen, Anda begitu hebat di mata kami kadang kami bangga pada anda jugan rusak citra anda dgn ke egoisan.
  23. Ada dosen moody-an dan mahasiswa harus kena Imbasnya. Padahal sudah semangat dari rumah untuk ACC, malah jadi kacau.
  24. Ngomongin kedisiplinan di dalam kelas, tapi pas UTS bikin soalnya telat hingga UTS harus ngaret 2 jam gara-gara nunggu soal 🙂
  25. Dear dosen, Anda harus balik jadi mahasiswa kalau mau menilai keobjektifan dan tanggung jawab profesi anda.0
  26. Seloroh tentang banyak mahasiswa absensi, jika dosen ganti jadwal mahasiswa harus terima tanpa terkecuali.
  27. Dosen mending jangan banyak kritik skripsi mahasiswa kalau jurnal publikasi ilmiahmu tidak sebanyak kritikanmu!
  28. Dosen mending tdk usah pake hape kalau mahasiswa sms/nelpon tidak direspon padahal lagi ngerumpi di ruang dosen.
  29. Di depan kelas berkelakar tentang moral, tapi mahasiswa sering diterlantarkan. Proyek di luar dijadikan prioritas! 🙂
  30. Sama mahasiswa getol nyuruh agar aktif dalam diskusi, ternyata kalau para dosen ikut forum ilmiah nasional diem aja tuh!
  31. Terkadang banyak yang bersikap superior, minta surat rekomendasi BS saja susah minta ampun. Tidak ingat dulu waktu di posisi yang sama.
  32. Lebih banyak kritik presidennya daripada Publikasi Ilmiahnya pak/bu 🙂
  33. Janjian jam berapa dateng jam berapa kadang malah ga dateng tapi ga bakal ngabarin kalau ga diSMS duluan 😦
  34. Komentar di kelas tentang opini di koran yang katanya salah, gak ilmiah, dangkal tapi faktanya gak pernah (bisa) nulis di koran
  35. Dosen ketika mengajar harus mudah dimengerti, jangan hanya mengajar teori, namun juga analogi baru dari teori tersebut.
  36. Dosen itu, jelasin apa essensi materi. Bukan bikin kursus Inggris dengan translet-in handout materi.
  37. Kadang penjelasan dosen tentang materi yang sama berbeda2, ketika ujian tiba mahasiswaswa bingung hrs jawab ala dosen A atau dosen B.
  38. Dosen juga jangan bisanya berdiri baca slide PPT doang, kreatif buat ngajak mahasiswanya aktif biar lebih menarik.
  39. Jangan membawa masalah pribadi ke kampus, sehingga kinerja kurang optimalan. Nanti mau bmbingan sulit 🙂
  40. Mahasiswa didorong untuk melanjutkan studi, dosennya sendiri masih sulit menyelesaikan pendidikan master dan doktornya!
  41. Dosen:ada pertanyaan? // Mahasiswaw: ada..blablabla. // Dosen: kamu ke mana aja?!! // Nyuruh nanya malah dimarahin, jadi males nanya.
  42. Bahasanya kurang komunikatif dan sederhana, sehingga materi yang mudah terkesan sulit.
  43. Punya masalah itu wajar, tapi kalau sampe buat dosen itu jadi moody di kelas atau kampus, justru itu tidak baik.
  44. Kalau ngasih tugas sejelas mungkin biar mahasiswa gak bingung dan berbeda persepsi satu sama lain.
  45. Kalau jadi pembimbing skripsi harus niat, jangan ogah-ogahan dengan seribu alas an.
  46. Terkadang saya dibuat tidak nyaman terhadap satu mata kuliah bukan karena materinya, 00 karena penyampaian materi yang buruk.
  47. Waktu ngasih praktikum di kelas, harusnya ga marah-marah terus karena semakin ditekan kayak gitu, semakin kami gak paham.
  48. Kadang ada beberapa dosen yang moody, ketika moodnya lagi gak enak, materi yang dsampaikan jadi gak jelas dan tidak seperti yang kami harapkan.
  49. Dosen selain sbg pengajar juga bisa dijadikan ajang tempat curhat mahasiswa. Layaknya guru BP jaman SMA dulu.
  50. Dosen yang menjatuhkan mental mahasiswa saat presentasi biasanya juga gak pinter presentasi 😀
  51. Saat presentasi & mahasiswawanya salah, ada dosen yang mengoreksi lalu mngapresiasi, ada yang mnyalahkan lalu menjatuhkan mental.
  52. Belajar itu kan membuat pikiran kita menjadi terbuka, jadi dosen harus berfikir luas dan terbuka, bukan berfikir konservatif 🙂
  53. Ada dosen yang jarang masuk kelas. lebih mentingin proyek. bahkan lupa sama mahasiswanya.
  54. selain memberikan materi dosen sebaiknya memberikan motivasi dalam belajar, misalnya pengalaman beliau ketika study di LN 🙂
  55. Ada dosen yang pinter banget, tapi kalau mengajar tidak bisa dengan bahasa yang sederhana. Mahasiswanya cuma bengong *nggak ngerti*
  56. Dosen juga harus masuk full jangan hanya kosong trus ngasih tugas segambreng 🙂
  57. Di jaman yang serba hi tech ini, harusnya dosen lebih aktif dalam menggunakan fasilitas teknologi ini
  58. Di sela-sela mengajar sebaiknya dosen memberikan pengalaman tentang dunia pekerjaan atau project yang pernah dilakukan
  59. Ada dosen yang satu semester ga pernah nongol. Ga jelas!
  60. Dosen jangan sering PHP-in mahasiswa ketika molor jam ngajarnya tapi gak ngabarin mahasiswa.

Pesan untuk mahasiswa,

Perlu diingat bahwa apa yang Anda tuduhkan atau sangka itu belum tentu benar. Kadang kita tidak bisa melihat dari berbagai perspektif. Maka agar tidak terjadi salah sangka, mari kita ngobrol dalam suasana yang nyaman dan nuansa yang egaliter. Terima kasih atas tamparan ini dan ini saya anggap tanda peduli.

Sumber

Yuk, Kenali Tipe-tipe Mahasiswa di Indonesia

Yuk, Kenali Tipe-tipe Mahasiswa di Indonesia

Inilah 7 Tipe mahasiswa yang ada di Indonesia

Ada beberapa tipe Mahasiswa yang perlu diketahui oleh para sobat blogger diseluruh Nusantara. Mungkin aku akan sedikit membahas beberapa tipe Mahasiswa yang sering kita dengar atau kita ketahui, karena banyak sekali yang bisa kita ketahui dari kebiasaan-kebiasaan dari Mahasiswa. Nah tipe-tipe Mahasiswa yang aku maksudkan adalah sebagai berikut ini:

Tipe Kupu-Kupu (Kuliah Pulang – Kuliah Pulang)
Tipe Mahasiswa yang pertama adalah Tipe Kupu-Kupu, atau bisa disebut dengan Kuliah Pulang – Kuliah Pulang. Tak jarang kan kita melihat sebagian besar teman kita sendiri atau bahkan orang lain bertipe seperti ini.

Setiap hari biasanya kerjaannya hanya Kuliah dan Pulang, sepertinya tidak ada acara lain selain dua hal tersebut. Nah menyikapi hal tersebut, mungkin kurang tepat bagi aku pribadi ya atau bahkan bagi para sobat blogger sekalian.

Tipe Mahasiswa Kupu-Kupu ini biasanya adalah tipe mahasiswa pendiam dan biasanya juga tipe mahasiswa seperti ini tidak memiliki teman yang banyak di kampus. Kekurangan lain dari Tipe Mahasiswa Kupu-kupu adalah tidak akan seterkenal dengan Mahasiswa yang aktif dan selalu ada aja kegiatan di Kampus untuk mengisi waktu luangnya. Misalnya saja seperti tipe Mahasiswa Tikus dan Kelabang.

Tipe Capung (Cari Pinjaman Utang)
Tipe Mahasiswa selanjutnya adalah Tipe Mahasiswa Capung (Cari Pinjaman Utang), nah biasanya tipe mahasiswa seperti ini adalah tipe mahasiswa yang sering menghambur-hamburkan duit tanpa adanya kejelasan dan keperluan yang memang benar-benar dibutuhkan.

Tipe Capung biasanya terjangkit pada mahasiswa yang lagi membutuhkan duit untuk membeli sesuatu, atau karena tidak memiliki duit untuk makan dan jajan sehari-hari. Terkadang apabila duit di dompet sudah tidak ada, biasanya nyari pinjaman utang ke temen atau orang lain.

Sungguh sangat malang nasib mahasiswa bertipe Capung ini, sebenarnya tidak ada salahnya kan apabila bertipe seperti ini. Namun, sebaiknya usaha sendiri terlebih dahulu sebelum meminjam, pergunakan waktu dan kesempatan sebaik-baiknya agar tidak menjadi mahasiswa yang bertipe ini.

Tipe Kumbang (Kemanapun Bimbang)
Tipe Mahasiswa yang selanjutnya adalah Tipe Kumbang (Kemanapun Bimbang), tipe ini biasanya melekat kepada mahasiswa yang apabila pergi kemanapun resah, gelisah, dan akhirnya gak jadi pergi. Meskipun pergi, pergipun gak tenang karena mungkin ada desakan atau halangan yang membuat bimbang.

Tipe Kumbang ini tidak selalu terjadi, namun biasanya hal ini terjadi kepada mahasiswa yang memiliki suatu permasalahan yang membuat hati ini tidak tenang/bimbang untuk bepergian kemanapun.
Misalnya saja disaat ingin menghadiri suatu acara, namun orang tua tidak mengijinkan. Maka yang terjadi adalah keraguan, kegelisahan, dan kebimbangan yang akan melanda disetiap perjalanan maupun ditempat acara.

Tipe Kelabang (Keliaran Bangga)
Tipe Mahasiswa selanjutnya adalah Tipe Kelabang (Keliaran Bangga), hal ini bisa kita temui bahwasanya ada berbagai macam mahasiswa yang kerjaannya keliaran setiap saat. Perlu diketahui, keliaran tuh beda dengan Mbolang (Bocah Petualang) ya

Tipe Lalat (Selalu Telat)
Nah untuk Tipe Mahasiswa yang satu ini yakni Tipe Lalat (Selalu Telat), biasanya tak jarang ditemui dan bahkan sering. Biasanya tipe mahasiswa Lalat selalu ada alasan ketika ditanya oleh dosen yang sedang mengajar, kadang macet lah, kadang antri kamar mandi lah, kadang sakit perut lah, dan kadang ban motor bocor lah.
Pokoknya untuk tipe mahasiswa yang satu ini selalu ada aja alasan untuk menghindar dari kesalahannya tersebut. Biasanya kebanyakan mahasiswa yang telat masuk kuliah, ternyata karena susah bangun atau bisa disebut bangunnya kesiangan.
Nah dari ketelatan tersebutlah bisa membuat lebih terkenal atau bahkan tercemar, ya kalo menurut saranku lah mending jangan menjadi tipe mahasiswa Lalat, karena kebanyakan dosen tidak suka dengan mahasiswa yang suka telat masuk ke kelas.

Tipe Nyamuk (Nyari Muka)
Tipe Mahasiswa selanjutnya adalah Tipe Nyamuk (Nyari Muka), biasanya tipe mahasiswa seperti ini tak jarang kita temui dan bahkan bisa jadi teman kita sendiri di kelas. Tipe mahasiswa seperti ini kerjaannya hanya mencari muka dari dosen atau teman yang lainnya. Dan terkadang teman seangkatannya kurang suka dengan tingkah lakunya.
Ada banyak hal yang biasanya dilakukannya ketika ingin mencari muka dari dosen atau teman-temannya, misalnya saja dari dosennya. Biasanya pada saat ujian atau tugas, teman yang lainnya tidak diberitahu dan ngumpulin terlebih dahulu. Selain itu dia bahkan sok tau didepan dosen.
Nyari muka sech nyari muka, asalkan sewajarnya sajalah agar tidak mengganggu teman-temannya.

Tipe Laba-Laba (Lempar Batu Lapis Baja)

Tipe Mahasiswa berikutnya adalah Tipe Laba-laba (Lembar Batu Lapis Baja), nah tipe mahasiswa yang dimaksudkan aku disini adalah tipe mahasiswa yang sering berdemo. Bener kan dengan kata Lempar Bati Lapis Baja? pastinya benar, gimana pada saat demonstrasi kan biasanya memang mahasiswa melempar-lempar batu kepada para petugas yang berlapis baja.

Demikianlah 7 tipe mahasiswa di Indonesia. Semoga menambah khazanah pengetahuan Anak Unsri semua.

Inilah 10 Jurusan Paling Berguna saat Bekerja

Farmasi dan Keperawatan

Kadang sering kita bertanya seberapa penting sih ilmu yang kita dapatkan di bangku kuliah saat kita bekerja nanti. Saya sering berpikir begitu, anda mungkin juga berpikir hal yang sama. Pertanyaan lain yang kerap muncul, apakah jurusan yang kita pilih punya prospek kerja yang baik di masa mendatang. Sebab tidak dapat dipungkiri, banyak lulusan universitas yang banting setir ketika menghadapi dunia kerja.

Mungkin info yang mau saya share kali ini bermanfaat bagi kita semua. Menurut survei yang pernah dilakukan, ternyata ada beberapa jurusan / program studi yang sangat bermanfaat saat bekerja nanti.

Berikut ini 10 jurusan / program studi yang paling berguna dan paling bermanfaat saat bekerja.

1. Ilmu Pengobatan dan Kedokteran Gigi

Sebesar 94,1 persen lulusan Ilmu Pengobatan dan Kedokteran Gigi merasa subyek studi yang mereka pelajari ketika kuliah membantu dalam mendapatkan pekerjaan dengan jangka waktu 18 bulan setelah lulus.

2. Farmasi dan Keperawatan

Sebanyak 82,1 persen lulusan prodi Farmasi dan Keperawatan mengaku jurusan tersebut membantu dalam mendapatkan pekerjaan setalah 18 bulan lulus.

3. Pendidikan

Secara konsisten, 72,4 persen lulusan jurusan Pendidikan mengaku jika subyek studi yang mereka pelajari selama perkuliahan memiliki keuntungan dalam mendapatkan pekerjaan dalam waktu 18 bulan setelah lulus.

4. Jurusan Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM)

Para lulusan dari keempat disiplin ilmu tersebut secara konsisten mengaku jika gelar mereka berguna dalam mencari kerja. Dalam persentase, 65 persen mahasiswa Ilmu Fisika, 68,6 persen lulusan prodi Matematika dan Ilmu Komputer, dan 73,4 persen mahasiswa Teknik menyatakan, materi perkuliahan yang mereka pelajari berguna untuk meraih pekerjaan.

5. Hukum

Para lulusan Jurusan Hukum merasa menyukai pilihan mereka karena bermanfaat dalam memperoleh pekerjaan dengan jangka waktu 18 bulan setelah lulus. Sebesar 92 persen mahasiswa Hukum semester akhir merasa jurusan tersebut berguna dalam mencari pekerjaan. Namun, hanya 61,9 persen lulusan Jurusan Hukum yang merasa subyek studi mereka selama perkuliahan bermanfaat dalam mencari pekerjaan.

6. Bahasa

Para lulusan prodi Bahasa relatif puas dengan jurusan yang mereka pilih. Sebesar 60,8 persen lulusan mendapatkan pekerjaan setelah 18 bulan menamatkan studi mereka.

7. Biologi, Agrikultur, dan Ilmu Binatang

Hanya 54,3 persen lulusan dari ketiga jurusan tersebut yang merasa subyek studi mereka selama perkuliahan memiliki manfaat dalam mendapatkan pekerjaan. Jumlah ini menurun dibandingkan survei yang dilakukan kepada mahasiswa semester akhir di jurusan yang sama, yakni 75 persen yang mengaku jurusan tersebut berguna dalam mendapatkan pekerjaan.

“Responden dengan gelar Biologi mengindikasikan, ada beberapa isu tertentu yang berkaitan dengan kurangnya spesialisasi dalam gelar Biologi murni,” tulis laporan tersebut.

8. Seni Kreatif dan Desain

Lulusan prodi ini yang merasa jurusan tersebut berguna dalam mendapatkan pekerjaan kurang dari 50 persen.

9. Jurusan Komunikasi Massa dan Dokumentasi

Prodi ini juga menempati urutan menyedihkan di mata para responden. Hanya 44,8 persen lulusan prodi tersebut yang mempertimbangkan jurusan tersebut bermanfaat dalam bursa kerja. Namun, 70 persen mahasiswa semester akhir pada jurusan tersebut berpendapat, materi studi yang mereka pelajari berguna untuk menemukan pekerjaan. Menurut laporan HECSU, prodi tersebut meliputi para lulusan dari sebagian besar subyek vokasi, termasuk Jurnalistik yang mungkin menyoroti isu bagaimana mengantisipasi lulusan dalam mendapatkan pekerjaan di sektor media.

10. Studi Filosofi dan Sejarah

Hanya 42,5 persen mahasiswa jurusan tersebut yang setuju jika subyek studi yang mereka pelajari semasa kuliah memiliki keuntungan dalam mencari pekerjaan.

Perbedaan Jurusan Teknologi Kelautan, Teknik Kelautan dan Ilmu Kelautan

ilmu kelautan, teknik kelautan,teknologi kelautan

Beberapa jurusan atau program studi di perkuliahan, seringkali namanya mirip-mirip, yang untuk sebagian calon mahasiswa tampak sama dan tidak diketahui perbedaannya. Contoh, antara jurusan geologi dan jurusan geodesi. Persamaannya apa dan perbedaannya apa? Banyak yang belum tahu. Terkait prospek kerja jurusan geomatika dan geodesi, sudah dibahas di artikel ini.

ilmu kelautan, teknik kelautan,teknologi kelautan

Pada tulisan kali ini, kami akan sampaikan kepada teman-teman tentang perbedaan antara jurusan TEKNIK KELAUTAN, TEKNOLOGI KELAUTAN dan ILMU KELAUTAN.

Baik, kita mulai dari yang pertama, Jurusan Teknik Kelautan.

Jurusan Teknik Kelautan adalah jurusan yang yang lebih banyak mempelajari tentang rekayasa pada bidang pantai atau lepas pantai (Coastal and Offshore Engineering). Fokusnya adalahmempelajari tentang pemanfaatan serta pengelolaan laut untuk sarana dan prasarana transportasi laut dan sumber dayanya.

Sarana dan Prasarana transpostasi laut contohnya seperti pelabuhan, dermaga, kapal dan lain sebagainya. Sedangkan mempelajari sumber daya laut, seperti pencemaran laut, pengendalian lingkungan, kemungkinan bencana dan lain sebagainya.

Adapun akar dari pelajaran atau kuliah di teknik kelautan yaitu berdasar pada ilmu-ilmu mekanika, dinamika fluida terutama untuk lingkungan laut, geologi, dan bangunan lepas pantai. Termasuk juga fasilitas-fasilitas yang ada di pelabuhan seperti dermaga.

Bidang kajian yang akan di bahas dalam Teknik Kelautan antara lain adalah bangunan lepas pantai, proses pantai, bangunan pelindung pantai, teknik perkapalan, akustik bawah laut, hidrodinamika laut, dan penyebaran polutan.

Pada prinsipnya ilmu yang dipelajari pada jurusan Teknik Kelautan lebih banyak berkaitan dengan ilmu fisika terapan, terutama ilmu mekanika. Sedangkan infrastruktur keairan yang dipelajari mulai dari batas pantai ke laut lepas.

Beberapa bidang studi pada jurusan Teknik Kelautan antara lain:

  1. Teknik Pantai

Pada bidang studi Teknik Pantai ada kaitan dengan perancangan fasilitas dan struktur pantai, identifikasi perilaku kondisi tanah dasar laut,analisa pondasi bangunan laut, perancangan anjungan dengan struktur beton, perancangan pembuatan dermaga dan lain-lain, pengelolaan wilayah pantai, dan sebagainya.

Jadi lebih fokus pada perancangan fasilitas di sekitar pantai.

  1. Teknik Lepas Pantai

Pada bidang studi Teknik Lepas Pantai, akan banyak mempelajari masalah teknologi pemanfaatan laut, teknologi untuk media transportasi seperti pipa dan kabel yang ada dilaut. Media transportasinya adalah media statis (pipa, kabel, dsb.), bukan media dinamis (kapal laut, dsb.). Sehingga tidak mempelajari tentang perkapalan atau pembuatan kapal. Karena itu jurusannya sudah beda.

  1. Manajemen Sumber Daya Kelautan

Pada bidang studi ini mempelajari pengelolaan pemanfaatan sumber daya laut agar lebih optimal dan berkelanjutan. Pengelolaan sumberdaya tersebut juga dikaitkan dengan kondisi polusi, pengetahuan iklim dan hal-hal yang dapat mempengaruhi sumber daya dan keberlanjutannya.

  1. Energi dan Lingkungan Laut

Bidang studi ini mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan identifikasi kondisi lingkungan laut yang ditinjau dari segi oceanografi dan geologi, pemanfaatan gelombang laut dan pasang surut sebagai sumber energi alternatif konversi energi panas lautan. Bidang studi ini juga untuk pemecahan masalah pencemaran lingkungan laut, dan sebagainya.

Beberapa keahlian dalam teknik kelautan diantaranya :

  1. Bangunan Lepas Pantai (Offshore Structure). Mempelajari analisis dan perencanaan kekuatan struktur bangunan laut, analisis kekuatan material, analisis keandalan dan resiko serta bidang-bidang yang relevan terhadap bangunan lepas pantai.
  2. Hidrodinamika Lepas Pantai (Offshore Hydrodinamics). Mempelajari identifikasi perilaku aliran fluida, analisis respon dinamis bangunan laut terhadap eksitasi gaya gelombang, dan analisis gelombang lautan acak, serta bidang-bidang yang relevan.
  3. Perancangan dan Produksi Bangunan Lepas Pantai (Design and Production Of Offshore Structure). Mempelajari system anjungan minyak lepas pantai dan bangunan lain, analisis tekno ekonomis bangunan laut, Teknologi dan manajemen produksi bangunan laut, perancangan dan system fasilitas bawah laut. Bedanya dengan point 1., adalah kalau pada point 1, lebih fokus pada MATERIAL dan LINGKUNGANnya, sedangkan pada point 3 ini, adanya aspek MANAJEMEN dan PERHITUNGAN EKONOMIS. Walaupun tidak detail.
  4. Energi dan Lingkungan Laut (Ocean Energy and Environmental). Mempelajari kondisi lingkungan laut yang ditinjau dari segi oceanografi dan geologi, pemanfaatan gelombang laut dan pasang surut sebagai sumber energi alternatif konversi energi panas lautan, pemecahan masalah pencemaran lingkungan laut, serta bidang-bidang yang relevan.
  5. Teknik Pantai dan Pelabuhan Laut (Coastal Engineering). Mempelajari perancangan fasilitas dan struktur pantai, identifikasi perilaku kondisi tanah dasar laut, analisa pondasi bangunan laut, perancangan anjungan degnan struktur beton, pengelolaan wilayah pantai, serta bidang-bidang yang relevan.

Demikian, penjelasan singkat tentang Teknik Kelautan. Mudah-mudahan teman-teman mendapat gambaran yang cukup jelas.

Selanjutnya, kita akan berbicara tentang Teknologi Kelautan.

Teknologi Kelautan pada dasarnya adalah ilmu yang mempelajari rekayasa yang ditujukan untuk memanfaatkan laut baik sebagai media transportasi maupun sebagai sumber daya dan ruang atau lingkungan hidup. Teknologi kelautan ini merupakan turunan dari teknik perkapalan.

Adapun tugas dari teknologi kelautan :

  1. Menyediakan sumber daya manusia atau tenaga ahli pada bidang perencanaan kapal
  2. Konstruksi dan kekuatan kapal
  3. Manajemen galangan dan industri berat
  4. Hidrodinamika
  5. Manajemen pelabuhan dan transportasi laut
  6. Sistem perkapalan
  7. Sistem propulsi
  8. Sistem perpipaan dan alat bantu
  9. Perencanaan struktur lepas pantai
  10. Perencanaan fasilitas pantai
  11. Pelabuhan dan fasilitas laut
  12. Sistem pipa bawah laut

Jadi, bedanya apa?

Teknik Kelautan, fokus pada mempelajari tentang bangunan dan lingkungan laut. Sedangkan Teknologi kelautan lebih fokus pada teknologi transportasinya. Namun demikian, dalam perkuliahan, seringkali mata kuliah yang dipelajari saling berkaitan dan bahkan mirip-mirip. Karena memang aspeknya sama, yaitu kelautan.

Teknik Kelautan cakupannya lebih luas dibandingkan Teknologi Kelautan.

Kemudian, bagaimana dengan jurusan Ilmu Kelautan?

Pembahasan tentang ilmu kelautan sengaja kami pisahkan, karena area bahasannya yang cenderung berbeda jauh dari pada dua jurusan sebelumnya.

Pada jurusan Ilmu Kelautan, pengajaran lebih pada kondisi biologi, kimiawi dan fisika laut sehingga membentuk atau mempengaruhi kondisi dan ‘cara bekerja’ laut.

Mata kuliah yang dipelajari misalnya: Pengantar Oseanografi yang fokus sama ilmu fisika dan kimia. Tapi namanya juga pengantar, artinya kuliah ini mempelajari dasar-dasar dari ilmu Oseanografi itu sendiri. Pada mata kuliah ini, teman-teman akan mengerti tentang pentingnya temperatur, salinitas (kadar garam), densitas, arus, gelombang, nutrien dan faktor fisika-kimia lainnya yang sangat mempengaruhi “cara kerja” laut.

Mata kuliah Oseanografi akan dilanjutkan dengan mata kuliah Mata kuliah Oseanografi Fisika dan Oseanografi Kimia di semester selanjutnya.Mata kuliah tersebut lebih fokus membahas tentang kondisi-kondisi fisika dan kimia laut. Contoh mata kuliah lain di jurusan ilmu kelautan adalah Mikrobiologi yang kemudian dilanjutkan dengan Mikrobiologi Laut pada semester selanjutnya.

Mata kuliah yang juga membedakan dengan dua jurusan kelautan sebelumnya, adalah Dasar-Dasar Manajemen dan Manajemen Lingkungan Pesisir dan Laut. Ilmu manajemen di sini bukan manajemen perusahaan yang terkait produksi, promosi dan sejenisnya. Tapi manajemen atau pengelolaan tentang wilayah laut dan pesisirnya. Pengelolaan yang dimaksud adalah termasuk identifikasi, pemetaan dan penataan baik sumber daya alamnya maupun sumber daya manusianya.

Jadi, pada jurusan Ilmu Kelautan, mata kuliah yang dipelajari lebih kepada ‘pengetahuan secara luas dan mendalam’ seputar laut dan pesisirnya, tetapi tidak tentang ‘membuat sesuatu di laut atau di atas permukaan laut (seperti pada Teknik Kelautan dan Teknologi Kelautan).

Lebih baik masuk jurusan mana?

Itu kembali kepada minat/passion teman-teman sendiri. Jika teman-teman lebih menyukai aspek ‘technical’, merasa orang lapangan dan lebih suka ‘bergerak’, maka Teknik atau Teknologi Kelautan lebih tepat.

Namun, jika teman-teman lebih menyukai aspek ‘managerial’, merasa lebih nyaman bekerja di kantor dan kurang suka di lapangan, mungkin Ilmu Kelautan lebih tepat.

Tetapi, perlu kami tegaskan, bahwa ketiga jurusan tesebut objeknya adalah laut, yang berada di luar ruangan. Jadi pilih jurusan manapun, teman-teman harus siap terjun ke laut.

Demikian ya teman-teman, mudah-mudahan artikel ini bermanfaat dan memberikan gambaran perbedaan antara Teknik Kelautan, Teknologi Kelautan dan Ilmu Kelautan. Mohon maaf, jika perbandingannya kurang berimbang. Jika tulisan ini bermanfaat dan informatif, silahkan dibagikan, agar lebih banyak teman-teman kita yang mengetahuinya. (sumber)